Skripsi
Analisis perbedaan abnormal return dan Trading Volume Activity (TVA) saham perusahaan LQ-45 sebelum dan sesudah putusan Mahkamah Konstitusi pada 21 Agustus 2014 / Rifqotul Amaliyah
Abstrak
ABSTRAK Amaliyah Rifqotul. 2015. Analisis Perbedaan Abnormal Return dan Trading Volume Ctivity (TVA) Saham Perusahaan LQ-45 Sebelum dan Sesudah Putusan Mahkamah Konstitusi pada 21 Agustus 2014. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sawitri Dwi Prastiti S.E. M.Si. Ak. (II) Triadi Agung Sudarto S.E. M.Si. Ak. Kata kunci abnormal return trading volume activity (TVA) peristiwa politik Pilpres dan wapres 2014-2019 di Indonesia menyisakan masalah pasca quick count yaitu gugatan yang disampaikan kubu Prabowo-Hatta kepada Mahkamah Konstitusi (MK) akibatnya rakyat Indonesia dan investor tidak dapat dengan segera mengetahui siapa yang akan menjadi pemimpin mereka sebelum putusan MK disampaikan. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa politik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi pasar modal karena dari informasi tersebut akan mempengaruhi keputusan investor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan abnormal return dan trading volume activity (TVA) saham antara sebelum dan sesudah putusan MK yang disampaikan pada 21 Agustus 2014 terkait perselisihan hasil pemilihan umum 2014. Abnormal return dan TVA dipilih karena untuk menguji apakah pasar efisien secara informasi. Penelitian ini menggunakan kelompok perusahaan LQ-45 sebagai populasi penelitian. Untuk pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling sehingga terpilih 31 perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan format deskriptif komparatif. Pengujian dalam penelitian ini paired sample t-test untuk data yang terdistribusi normal sedangkan untuk data yang tidak terdistribusi normal menggunakan wilcoxon rank test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk variabel abnormal return dan TVA antara sebelum dan sesudah peristiwa putusan MK. Hal ini karena investor merespon peristiwa tersebut sebagai bad news. Investor hanya memanfaatkan issue politik pada peristiwa ini untuk menjual saham yang dimiliki karena investor merasa bahwa saham-saham tersebut tidak memberikan keuntungan lebih di masa yang akan datang. Dengan demikian abnormal return dan TVA mengalami penurunan antara periode sebelum dan sesudah peristiwa. Keterbatasan penelitian ini adalah analisa yang dilakukan untuk variabel abnormal return adalah dengan menggunakan statistik nonparametrik karena data tidak terdistribusi normal sehingga terdapat data outlier yang tetap digunakan. Selain itu proses sidang yang terlalu panjang memungkinkan investor sudah memprediksi hasil putusan MK tersebut. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya menggunakan alternatif untuk memperlakukan data outlier misalnya dengan menambah jumlah data penelitian. Selain itu penelitian selanjutnya sebaiknya tidak menfokuskan penelitian pada hasil akhir dari suatu peristiwa. Penelitian selanjutnya dapat menfokuskan pada saat issue dari suatu peristiwa masih menjadi perbincangan di masyarakat. i