Skripsi
An annotated translation of Fifty Shades of Grey by E.L James / Shierly Permatasari
Abstrak
ABSTRAK Permatasari Shierly. Tahun 2015. Terjemahan Beranotasi dari Fifty Shades of Grey oleh E.L James. Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Arif Subiyanto M.A. dan (II) Moch. Nasrul Chotib S.S. M.Hum. Kata Kunci Fifty Shades of Grey terjemahan anotasi terjemahan beranotasi Proyek ini merupakan sebuah usaha untuk menerjemahkan salah satu novel erotis yang sangat kontroversial berjudul Fifty Shades of Grey yang ditulis oleh E.L James dan menyertakan anotasi sebagai bentuk pertanggungjawaban penerjemah. Fifty Shades of Grey adalah novel erotis pertama yang menjadi fenomena di seluruh dunia hal ini disebabkan oleh adegan-adegan seksual eksplisit yang mempraktikkan bondage/discipline dominance/submission and sadism/masochism (BDSM). Penerjemahan Fifty Shades of Grey menggunakan tiga metode penerjemahan yang digagas oleh Newmark metode penerjemahan semantis metode penerjemahan bebas dan metode penerjemahan komunikatif. Metode-metode penerjemahan tersebut dikombinasikan dengan beberapa prosedur penerjemahan seperti transposisi (Newmark) pengurangan dan penambahan (Newmark) dan kesetaraan (Vinay dan Darbelnet). Ada beberapa kesulitan dalam menerjemahkan Fifty Shades of Grey. Kesulitan yang paling sering muncul adalah menerjemahkan idiom. Kesulitan lainnya adalah memilih padanan kata yang paling sesuai menghasilkan terjemahan yang wajar and mudah dimengerti dan membuat hasil terjemahan semenarik karya asli. Selain itu ada beberapa kata yang merupakan kata-kata khas kebudayaan yang membutuhkan penjelasan lebih mendalam. Berdasarkan pengalaman penerjemah menghasilkan karya terjemahan yang baik bukanlah hal yang mudah. Penerjemahan adalah proses yang rumit dan mendetail dan ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam proses penerjemahan. Penerjemah diharuskan untuk banyak membaca dan juga harus mempunyai wawasan yang luas tentang bahasa sumber dan bahasa sasaran. Selain itu penerjemah harus memahami isi konteks dan latar belakang budaya dari teks yang akan diterjemahkan.