Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran pada materi sistem ekskresi dengan model Inquiry Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang / Nadhira Permata Sari
Abstrak
ABSTRAK Sari Nadhira Permata. 2015.Pengembangan Perangkat Pembelajaran pada Materi Sistem Ekskresi dengan Model Inquiry Learning untuk Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dra. Herawati Susilo M.Sc Ph.D. (II) Dr. Umie Leastari M.Si. Kata Kunci perangkat pembelajaran Inquiry Learning hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran dengan model Inquiry Learning pada materi Sistem Ekskresi yang layak digunakan pada proses pembelajarandan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Malang pada kelas VIII-C. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pengembangan Four-D (4D) Thiagarajan yaitu define design dan develop sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Analisis data tahap awal dilakukan validasi kelayakan produk perangkat pembelajaran oleh satu orang dosen biologi dan satu orang guru biologi.Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran secara keseluruhan diperoleh hasil yaitu perangkat pembelajaran layak digunakan. Rata-rata hasil penilaian validasi oleh ahli materi sebesar96 94%. Rata-rata hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran sebesar 90 46%. Rata-rata hasil validasi oleh ahli pembelajaran (guru) sebesar 96 91%. Analisis data tahap akhir berupa uji coba produk yang telah divalidasi kepada siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi angket dan uji soal. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi pengetahuan meningkat dari 79 93 menjadi 87 60.Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi sikap spiritual meningkat dari 3 39 menjadi 3 66. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi sikap sosial meningkat dari 3 34 menjadi 3 54. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi keterampilan praktikum meningkat dari 3 12 menjadi 3 39. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi keterampilan presentasi meningkat dari 3 13 menjadi 3 46. Berdasarkan hasil respon siswa persentase penilaian terhadap perangkat pembelajaran diperoleh rata-rata setiap aspek adalah 93 86% yang berarti perangkat pembelajaran dinyatakan praktis. Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran diperoleh rata-rata setiap aspek adalah 95 25% yang berarti perangkat pembelajaran dinyatakan efektif. Apabila perangkat pembelajaran ini akan digunakan dalam skala luas hendaknya dilakukan uji coba lanjutan untuk beberapa kelas dengan kondisi yang hampir sama dengan kelas VIII-C di SMP Negeri 9 Malang untuk mengetahui keefektifan penggunaan perangkat pembelajaran.