Disertasi
Hubungan kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kepuasan kerja guru, komitmen organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan kinerja guru-guru Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin / Aslamiah
Abstrak
ABSTRAK Aslamiah. 2015. Hubungan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Kepuasan Kerja Komitmen Organisai dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri di Kota Banjarmasin. Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.H.Ahmad Sonhaji K.H M.A. Ph.D (II) Dr.H.Imron Arifin M.Pd dan (III) Drs.Ahmad Suriansyah M.Pd. Ph.D Kata kunci kepimpinan transformasional kepuasan kerja komitmen organisasi organizational citizenship behavior (OCB) kinerja guru sekolah dasar negeri Kinerja guru merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian semua orang sehingga banyak pandangan baik positif maupun negatif terhadap kinerja guru karena terkait dengan profesionalisme seseorang. Oleh sebab itu kinerja guru harus menjadi prioritas untuk selalu dilakukan peningkatan oleh semua pemangku kepentingan termasuk kepala sekolah. Kepala sekolah memiliki peranan penting dan strategis di sekolah sebagai ujung tombak untuk meningkatkan kinerja guru. Hal ini dapat dilakukan melalui kepemimpinannya yang dapat menciptakan kepuasan kerja komitmen organisasi dan membentuk Organizational Citizenship Behavior (OCB). Untuk itu penelitian ini akan menkaji tentang kinerja guru dan variabel-variabel yang di duga mempengaruhinya kepemimpinan trasnformasional kepala sekolah kepuasan kerja komitmen organisasi dan organizational citizenship behavior (OCB). Tujuan utama kajian ini adalah untuk menggambarkan persepsi guru-guru terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah kepuasan kerja komitmen organisasi guru OCB dan kinerja guru di sekolah-sekolah dasar di Banjarmasin serta untuk mengetahui hubungan langsung maupun tidak langsung kepemimpinan transformasional kepala sekolah kepuasan kerja komitmen organisasi dan organizational citizenship Behavior (OCB) dengan kinerja guru sekolah dasar negeri di Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 261 orang guru sekolah dasar di Kota Banjarmasin yang dipilih secara proportional random sampling. Instrumen MultifactorLeadership Questionnaire (MLQ) yang dikembangkan oleh Bass dan Avolio (2004) telah digunakan untuk mengukur kepimpinan transformasional kepala sekolah. Instrumen Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) yang dikembangkan oleh Allen dan Meyer (1990) digunakan untuk mengukur komitmen guru-guru dan alat ukur Teaching Satisfaction Scale (TSS) yang dikembangkan oleh Ho dan Au (2006) digunakan untuk mengukur kepuasan kerja guru. Sedangkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan kinerja dikembangkan sendiri. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriftif dan insferensial. Deskriptif data dianalsis menggunakan mean dan standar deviasi. Sedangkan inferensial menggunakan model persamaan struktural (Structural Equation Model/SEM) Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh gambaran tingkat kepimpinan transformasional kepala sekolah adalah berada pada tahap sedang dengan mean 61.16 kepuasan kerja berada pada tingkat sedang dengan mean 16.87 komitmen organisasi guru-guru pada tingkat sedang dengan mean 73.01 demikian pula untuk OCB juga sedang dengan mean 89.74. hanya kinerja guru yang tergolong tinggi dengan mean 81.94. Hasil analisis SEM Amos menunjukkan sebagai berikut 1) terdapat hubungan langsung kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja dan kepemimpinan transformasional dengan komitmen organisasi serta kepemimpinan transformasional dengan organizational citizenship behavior (OCB). 2) terdapat hubungan langsung kepuasan kerja dengan kinerja guru dan komitmen organisasi dengan kinerja serta organizational citizenship behavior (OCB) dengan kinerja. 3) terdapat hubungan tidak langsung kepemimpinan transformasional dengan kinerja melalui komitmen organisasi dan hubungan tidak langsung kepemimpinan transformasional dengan kinerja melalui komitmen organisasi serta hubungan tidak langsung kepemimpinan transformasional dengan kinerja melalui organizational citizenship behavior (OCB). Implikasi teoritis dari hasil penelitian ini menjustifikasi teori-teori dasar yang dikembangkan oleh para ahli yang digunakan sebagai dasar dalam pengujian model penelitian ini sehingga semua hasil analisis hubungan antar variabel yang ditemukan penelitian ini mendukung teori dan hasil penelitian yang dikembangkan terdahulu. Secara praktis hasil penelitian ini memberikan masukan untuk merumuskan kebijakan kepada berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kinerja guru melalui peningkatan kompetensi kepemimpinan transformasional kepuasan kerja komitmen organisasi dan organizational citizenship behavior (OCB). Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada beberapa pihak yaitu dinas pendidikan baik Kabupaten maupun Provinsi serta Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar agar membina kepala sekolah dan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kepemimpinannya khususnya dalam implementasi kepemimpinan transformasional. Bagi guru hasil penelitian ini memberikan masukan tentang tingkat kepuasan kerja komitmen organisasi dan kinerjanya sehinga dapat dijadikan dasar untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan lagi ke depan. Sedangkan bagi pengembang ilmu manajemen pendidikan dan peneliti lainnya disarankan untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan lebih luas dengan menggunakan pendekatan dan strategi yang berbeda.