Skripsi
Developing character cards as narrative writing medium for X graders in 2013 curriculum / Choirun Nisa Ristanty
Abstrak
ABSTRAK Ristanty Choirun Nisa. 2015. Developing Character Cards as Narrative Writing Medium For X Graders in 2013 Curriculum. Skripsi Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Enny Irawati M.Pd (II) Dr. Ekaning Dewanti Laksmi M.Pd M.A. Kata kunci kartu karakter menulis naratif kurikulum 2013 Menurut kurikulum yang baru empat kemampuan berbahasa Inggris diajarkan secara terintegrasi. Namun faktanya kegiatan menulis mendapatkan perhatian yang kurang dari guru seiring dengan diterapkannya aktivitas translation untuk menyiapkan siswa dalam ujian nasional. Oleh karena itu siswa tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan menulis di kelas karena keterbatasan guru dalam menyelenggarakan aktifitas menulis. Menulis naratif di kelas merupakan kegiatan yang sangat menantang bagi siswa karena mereka menghadapi beberapa masalah didalam menulis seperti takut salah dalam penggunaan grammar di dalam tulisan mereka dan kesulitan dalam menemukan ide untuk tulisan mereka. Sebuah penelitian dilakukan oleh Abdel-Hack Helwa (2014 9) tentang kesulitan pembelajar bahasa asing dalam menulis teks naratif. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajar kesulitan dalam menulis teks naratif karena tidak mempunyai pengalaman percaya diri ide kosakata yang kurang tata bahasa yang tidak sempurna dan kesulitan dalam penggunaan tanda baca. Mereka juga tidak bisa mengemukakan ide dan takut membuat kesalahan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan kartu karakter sebagai media menulis naratif untuk siswa kelas X di kurikulum 2013. Metode penelitian yang dipakai adalah R D atau pengembangan karena peneliti ingin mengembangkan produk pendidikan khususnya media pembelajaran untuk menulis teks naratif yang siap untuk dipakai di kelas. Peneliti memodifikasi langkah-langkah Borg Gall dalam Penelitian dan Pengembangan (1978). Langkah-langkah ini terdiri dari penelitian dan pengumpulan informasi perencanaan mengembangkan produk awal validasi produk revisi produk uji coba produk dan revisi produk akhir. Di dalam analisis kebutuhan peneliti menggunakan dua instumen yaitu panduan wawancara untuk guru dan kuesioner awal untuk guru dan murid. Untuk validasi ahli peneliti menggunakan formulir validasi sebagai instrumen yang mengakomodasi opini komen dan saran dari ahli terhadap produk. Untuk tahap uji coba produk peneliti menggunakan kuesioner respon sebagai instrumen untuk mengetahui respon siswa terhadap produk. Dari hasil validasi ahli ahli pertama memberikan skor 76 dari skor maskimal 84 atau setara dengan 90 5% yang berarti produk tersebut valid. Ahli kedua memberikan skor 76 dari skor maksimal 84 atau setara dengan 90 5% yang berarti produk yang dikembangkan valid. Berdasarkan saran ahli peneliti merevisi produk yang dikembangkan. Setelah merevisi produk peneliti mencoba-ujikan produk kepada siswa. Di dalam proses uji coba peneliti menemukan bahwa siswa dapat menulis teks naratif dengan menyenangkan dan mengasyikkan. Berdasarkan kuesioner yang memuat respon siswa sebagian besar siswa menyatakan bahwa kartu karakter sangat bagus untuk menjadi media menulis teks naratif. Mereka mengaku dapat dengan mudah menemukan ide dengan cepat dan mudah. Deskripsi karakter di belakang kartu dapat membantu siswa menentukan karakter mana yang mereka pilih. Tetapi beberapa dari mereka menyatakan bahwa jumlah kartu karakter kurang beragam. Terbatasnya kartu membuat mereka juga terbatas menggunakan karakter untuk dijadikan sebuah cerita. Menambahkan karakter tidak bisa dilakukan di dalam tahap revisi karena terbatasnya waktu penelitian. Untuk penggunaan di kelas guru dapat menginformasikan kepada siswa bahwa mereka boleh menambah karakter sekaligus karakteristiknya di dalam cerita yang akan mereka buat. Ada beberapa saran untuk guru bahasa Inggris yang akan menggunakan produk ini sebagai media untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif. Ada juga beberapa saran untuk peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dan pengembangan berkaitan dengan teks naratif. Untuk guru mereka dapat menggunakan media ini bukan hanya untuk aktifitas menulis saja namun juga bias digunakan untuk aktifitas berbicara. Media ini juga bisa menjadi bahan untuk aktifitas lebih lanjut pada bab teks naratif seperti permainan tebak karakter majalah dinding siswa bercerita serta drama. Guru dapat mencetak character cards dari soft file yang telah disediakan di CD. Untuk peneliti selanjutnya mereka dapat mengembangka penggunaan produk kartu karakter untuk tipe teks yang lain. Produk ini bisa dikembangkan menjadi media lain untuk kemampuan lain pada tipe teks yang lain. Peneliti selanjutnya dapat menambah kartu karakter menjadi lebih bervariasi terutama penambahan kartu karakter yang berasal dari cerita rakyat dari Negara lain.