UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Karakteristik proses berpikir kreatif siswa dalam pengajuan soal matematika / Marhayati

Marhayati - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Marhayati 2015. Karakteristik Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Pengajuan Soal Matematika. Disertasi Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ipung Yuwono M.S. M.Sc. (II) Prof. Dr. Cholis Sa dijah M.Pd. M.A. (III) Dr. Hery Susanto M.Si. Kata Kunci berpikir kreatif adaptif kombinatif modifikatif ide pengajuan soal matematika Kreativitas matematika siswa di sekolah sering dikaitkan dengan pengajuan soal matematika. Melalui pengajuan soal matematika siswa melihat kemungkinan lain berdasarkan situasi atau soal yang sudah ada dari sudut pandang yang berbeda sehingga dapat menghasilkan soal yang unik. Berpikir kreatif siswa dapat berkembang melalui pengajuan soal matematika. Berpikir kreatif adalah berpikir yang mempunyai ciri kefasihan dan/atau fleksibilitas dan/atau kebaruan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam pengajuan soal matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan instrumen tugas pengajuan soal matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas tujuh dan delapan SMP. Subjek dipilih dengan mempertimbangkan (1) kemampuan komunikasinya yaitu mampu mengomunikasikan ide dengan jelas agar pengungkapan proses berpikir kreatif dalam pengajuan soal matematika dapat dilakukan dengan baik (2) bersedia dijadikan subjek penelitian. Banyaknya subjek penelitian ada 17 siswa yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Pengumpulan data dilakukan dengan think aloud dan wawancara. Siswa diminta mengucapkan semua yang dipikirkan selama penyelesaian tugas pengajuan soal matematika. Pengambilan data direkam secara audio. Wawancara dilakukan hanya bila dipandang perlu untuk mengungkap yang belum terungkap dalam think aloud. Data yang diperoleh tersebut dianalisis dengan tahap-tahap yaitu mentranskripsi data menelaah data mereduksi data mengategorisasi data menganalisis terjadinya proses kreatif menggambar struktur berpikir membuat kesimpulan. Proses berpikir kreatif siswa dalam pengajuan soal matematika dapat dikategorikan dalam tiga kategori yaitu (1) proses berpikir kreatif adaptif (2) proses berpikir kreatif kombinatif (3) proses berpikir kreatif modifikatif. Dari hasil pengambilan data diperoleh 4 siswa masuk ke dalam kategori proses berpikir kreatif adaptif. 10 siswa masuk ke dalam kategori proses berpikir kreatif kombinatif. 3 siswa masuk kategori proses berpikir kreatif modifikatif. Selanjutnya data 2 siswa dari setiap kategori dipaparkan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan siswa melalui semua tahapan berpikir kreatif. Dalam tahap persiapan siswa dapat memahami situasi/informasi dengan baik. Inkubasi terjadi 1-3 kali selama proses pengajuan soal. Iluminasi atau ide muncul secara bertahap. Verifikasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan muncul idenya pemeriksaan soal dilakukan selama pengajuan soal namun terkadang di akhir pengajuan soal. Proses berpikir kreatif adaptif dalam pengajuan soal matematika adalah proses berpikir yang mempunyai ciri hanya menggunakan situasi/informasi yang diberikan saja dalam pengajuan soal matematika. Pencarian ide untuk pengajuan soal matematika bersumber dari situasi atau informasi yang diberikan dan pengetahuan yang dimiliki. Adanya penyesuaian/adaptasi ide yang bersumber dari situasi yang diberikan dengan pengetahuan yang dimiliki atau sebaliknya. Proses berpikir kreatif kombinatif dalam pengajuan soal matematika adalah proses berpikir yang mempunyai ciri menambahkan informasi baru dalam pengajuan soal matematika. Pencarian ide untuk pengajuan soal matematika bersumber dari situasi/informasi yang diberikan pengetahuan yang dimiliki pengalaman sehari-hari dan soal yang sudah diajukan sebelumnya. Adanya penggabungan atau kombinasi ide-ide yang bersumber atau muncul dari situasi yang diberikan pengetahuan yang dimiliki pengalaman sehari-hari yang ditemui soal yang diajukan sebelumnya. Proses berpikir kreatif modifikatif dalam pengajuan soal matematika adalah proses berpikir yang mempunyai ciri mengubah/menambahkan informasi baru sekaligus mengembangkan bentuk soal yang diajukan keluar situasi yang diberikan dalam pengajuan soal matematika. Pencarian ide untuk pengajuan soal matematika bersumber dari situasi/informasi yang diberikan pengetahuan yang dimiliki pengalaman sehari-hari dan soal yang sudah diajukan sebelumnya. Adanya modifikasi atau perluasan ide keluar situasi/informasi yang diberikan.


Informasi Detail
DDC
Rd 510.76 MAR k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidkan Matematika, 2015.
Deskripsi Fisik
xxvii, 342 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
05386/KI/15
Edisi
Disertasi (Pascasarjana). Universitas Negeri Malang, 2015
Subjek
1. MATEMATIKA - SOAL
2. MATHEMATICS - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Cholis Sa'dijah ; 2. Hery Susanto
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik