Disertasi
Proses berpikir refraktif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika / Anton Prayitno
Abstrak
ABSTRAK Prayitno Anton. 2015. Proses Berpikir Refraktif Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Disertasi Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Akbar Sutawidjaja M.Ed. (2) Dr. Subanji M.Si. (3) Dr. Makbul Muksar M.Si. Kata Kunci Berpikir Refraktif Berpikir Reflektif Berpikir Kritis Refraksi adalah proses menghasilkan keputusan melalui refleksi dan berpikir kritis. Oleh karena itu berpikir yang ditandai adanya berpikir reflektif dilanjutkan berpikir kritis sampai menghasilkan keputusan disebut berpikir refraktif. Ini menunjukkan bahwa komponen penting dalam berpikir refraktif adalah berpikir reflektif berpikir kritis dan produk (keputusan). Berpikir reflektif adalah proses yang terjadi ketika seseorang mengalami benturan (perplexity) dan melakukan penyelidikan (investigation) sampai menemukan penyelesaiannya. Sedangkan berpikir kritis ditandai dengan adanya proses memunculkan atau mengonstruksi (construct) alternatif penyelesaian dan mengevaluasi (evaluation) berbagai alternatif sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk menghasilkan keputusan (produk). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir refraktif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 dengan mempertimbangkan kemampuan komunikasinya. Pada penelitian ini mahasiswa diminta untuk menyelesaikan lembar tugas dan mengungkapkan dengan suara keras apa yang sedang dipikirkannya (Think Out Loud). Apabila mahasiswa mengalami berpikir reflektif dan berpikir kritis dalam menghasilkan keputusan maka mahasiswa tersebut dijadikan sebagai subjek dan dimasukkan dalam kelompok berpikir refraktif. Proses pemilihan subjek dilakukan sampai diperoleh kejenuhan data artinya muncul karakteristik yang sama atau tetap dari beberapa subjek. Data penelitian yang digunakan berupa hasil kerja mahasiswa yang diungkapkan secara keras wawancara dan pengamatan peneliti. Semua data terkumpul selanjutnya dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata ada tiga jenis proses berpikir refraktif yang dilakukan oleh mahasiswa yaitu (1) berpikir refraktif dengan single strategy (2) berpikir refraktif dengan dual strategy dan (3) berpikir refraktif dengan multi strategy. Proses berpikir refraktif dengan single strategy dimulai ketika mahasiswa mengalami kesulitan. Setelah mengalami kesulitan mereka melakukan proses penyelidikan terhadap masalah sehingga menghasilkan strategi menjumlahkan kontribusi tiga tahun. Dalam hal ini mereka mengalami berpikir reflektif. Namun strategi tersebut belum bisa digunakan karena hasil yang diperoleh sama. Mereka kembali melakukan penyelidikan terhadap masalah sehingga diperoleh strategi menjumlahkan kontribusi per tahun atau mencari selisih jumlah terendah dan tertinggi. Proses berikutnya mereka mengalami proses berpikir kritis yaitu mempertimbangkan banyak kontribusi masing-masing tahun. Proses ini berlanjut sampai akhirnya menghasilkan keputusan. Proses berpikir refraktif dengan dual strategy diawali ketika mahasiswa menemukan kesulitan. Kemudian mereka melakukan penyelidikan terhadap masalah sampai memperoleh informasi mengurutkan . Berdasarkan informasi tersebut mereka mengelompokkan dan mengurutkan daerah berdasarkan SDA. Proses pengelompokan tersebut didasarkan pada strategi menjumlahkan kontribusi per SDA. Dalam hal ini mereka mengalami berpikir reflektif. Untuk menghasilkan keputusan mereka mempertimbangkan banyak daerah yang muncul (modus) hanya pada urutan pertama. Dalam hal ini mereka mengalami berpikir kritis. Proses berikutnya mereka menggunakan strategi lain yaitu ranking untuk meyakini keputusan yang dibuat. Hal ini didasari adanya informasi menentukan urutan berarti meranking . Apabila diperoleh daerah yang sama pada urutan tertentu mahasiswa membandingkan banyak daerah yang muncul (modus) pada ranking sebelum atau sesudahnya. Dalam hal ini mereka kembali mengalami berpikir kritis. Proses ini berlanjut sampai akhirnya menghasilkan keputusan. Terjadinya proses berpikir refraktif dengan multi strategy diawali ketika mahasiswa menemukan kesulitan sehingga mereka melakukan proses penyelidikan terhadap masalah. Berdasarkan penyelidikan tersebut mereka menduga bahwa proses penyelesaian yang digunakan dengan cara menjumlahkan kontribusi per SDA. Dalam hal ini mereka mengalami berpikir reflektif. Hasil jumlah tersebut dijadikan dasar untuk mengelompokkan dan mengurutkan daerah. Untuk menghasilkan keputusan mereka mempertimbangkan urutan tiga besar pada setiap SDA. Dalam hal ini mereka mengalami berpikir kritis. Proses berikutnya mereka menggunakan strategi lain yaitu ranking dan skor untuk meyakini keputusan yang dibuat. Daerah yang berada pada ranking pertama diberi skor terbesar sedangkan daerah pada ranking terakhir diberi skor terendah. Dalam menghasilkan keputusan mahasiswa menjumlahkan skor dari masing-masing daerah. Apabila diperoleh skor yang sama maka mahasiswa membandingkan banyak SDA dengan jumlah terbesar atau kenaikan level. Dalam hal ini mereka mengalami berpikir kritis. Proses ini berlanjut sampai akhirnya menghasilkan keputusan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang dapat disampaikan untuk penelitian lanjutan adalah mendeskripsikan level-level berpikir refraktif berpikir refraktif dikaitkan dengan pemahaman konsep dan pemecahan masalah. Selain itu pengembangan dari penelitian ini adalah proses berpikir difraktif.