Skripsi
Representation of gender stereotypesw in men and women cosmetics / Wahyu Tri Pamungkas
Abstrak
ABSTRAK Pamungkas W.T. 2014.RepresentasiStereotipGender padaKosmetikPriadanWanita.Skripsi.JurusanBahasadanSastraInggris FakultasSastra UniversitasNegeri Malang.Pembimbing Dr. MirjamAnugerahwati M.A. Kata kunci Streotip gender kosmetik iklan iklan TV. Penelitianinimencobauntukmembahasbagaimanaperbedaanpenggunaanbahasapadakosmetikpriadanwanitadanfungsinyaterhadapmasyarakat.Penelitianinijugadimaksudkanuntukmembahaspenggunaanbahasa yang tertulispadawadah/bungkusdariprodukkosmetikdanpadaiklantelevisi.Penelitimenganalisafenomana bias gender berdasarkantigaaspek yaitubahasa visual dankombinasidaribahsadan visual. Penelitiandeskriptifkualitatifinimengandalkankoleksidari data kualitatif (data non numerikseperti kata-kata dangambar). Terkumpul 16 data dariprodukkosmetikpriadanwanita yang di unduhdaribeberapasitusdanYoutube.Dari 16 data 8 data terdiridariwadah/bungkusdariprodukkosmetikdalambentukcetakdan 8 data terdiridariiklantelevisidariprodukkosmetikdalambentuk video.Penelitimenemukanbahwabanyakprodukkosmetikuntukpriayang menggunakan kata activedancool sementarapadaprodukkosmetikwanitamenggunakan kata soft smooth dan beautiful.Meskipunbeberapaprodukkosmetikuntukpriadanwanitamempunyaikomposisi yang sama namun kata/bahasa yang digunakanuntukmenarikperhatianpembelitetapberbeda.Penelitijugamenemukanbahwaiklanproduk di televisimenggambarkanstereotip gender.Padaiklankosmetikwanita penggambaranseorangpriamelukiskanstereotip yang mempunyaiwewenang.Padaiklankosmetikpria seorangwanitamenandakansosok yang kurangcerdasdanagresifsedangkanseorangpriamenggambarkanstereotip yang tenangdancerdas. Kesimpulannyaadalahbahasa yang digunakanprodukkosmetikpriadanwanitaberbedapadacaranyadalammenarikperhatian orang danjugamemperlakukanpembeliwanitadanpembelipriadengancaratidaksamadanmembeda-bedakanantarasatudenganyang lain hanyauntukmendapatkanperhatiandaripembelimereka. Pene itianiniditujukanuntukmeyakinkanmasyarakatbahwasanyapriadanwanitatidakseharusnyadiperlakukandengancaratidakadil. Penelitiberharapagar fenomenabahasa yang dibahasdalamskripsiinisecarateoriakanmemberikankontribusipadapenelitian lain di bidanglinguistiksedangkansecarapraktikdapatmenjadi media pembelajaran yang otentikdanmenarik sertadapatmenjadisalahsatureferensidalamduniaperiklanan. Penelitijugaberharap agar penelitianinidapatdigunakansebagaisalahsatumaterirujukanuntukmahasiswa-mahasiswadandosen-dosenlinguistik terutamadidalamkelasGender and Language.