Tesis
Respons siswa terhadap tugas guru dalam pembelajaran menulis / Hersila Astari Pitaloka
Abstrak
ABSTRAK Pitaloka Hersila Astari. 2015. Respons Siswa terhadap Tugas Guru dalam Pembelajaran Menulis. Tesis Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Heri Suwignyo M.Pd (2) Dr. Nita Widiati M.Pd Kata Kunci respons siswa tugas guru pembelajaran menulis Pembelajaran menulis tidak hanya difokuskan pada hasil atau produk tetapi juga pada proses belajar mengajar berlangsung.Proses tersebut meliputi perilaku-perilaku siswa selama pembelajaran.Perilaku tersebut merupakan respons yang diberikan siswa tehadaptugas yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan perilaku siswa sebagai respons terhadap tugas guru di dalam kelas. Dalam hal ini perilaku dijadikan sebagai fokus penelitian. Fokus penelitian yang dirumuskan yakni (1) bentuk respons siswa terhadap tugas guru dalam tahap pra-menulis (2) bentuk respons siswa terhadap tugas guru dalam tahap menulis dan (3) bentuk respons siswa terhadap tugas guru dalam tahap pasca-menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penggunaan desain tersebut untuk memberikan gambaran alamiah mengenai respons siswa selama proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP N 8 Malang. Data penelitian terdiri atas dua jenis yakni data tuturan dan catatan lapangan. Kedua jenis data tersebut dikumpulkan melalui teknik perekaman dan pengamatan. Berdasarkan analisis data ditemukan dua jenis respons dalam setiap tahapan yaitu respons verbal dan respons nonverbal. Pertama respons verbal dalam kegiatan pramenulis yakni (1) meneruskan kalimat guru (2) menjawab pertanyaan guru dan (3) bertanya. Respons nonverbal yang muncul dalam kegiatan pramenulis yaitu (1) tertawa (2) berteriak (3) diam (4) gaduh (2) mengangguk (3) berdiri (4) mengacungkan tangan dan (5) menulis/mencatat. Kedua tahap menulis terdiri atas dua kegiatan yaitu menulis berkelompok dan individu. Respons verbal yang muncul selama kegiatan menulis berkelompok yakni (1) menjawab pertanyaan guru (2) bertanya ketika dipaksa dan (3) berdebat. Respons nonverbal yang muncul pada tahap ini yaitu (1) diam (2) mencatat tugas guru (3) bekerja ketika didatangi (4) berbisik-bisik dengan teman dan (4) mengobrol.Dalam menulis individu bentuk respons verbal yang muncul yaitu (1) menjawab pertanyaan guru dan (2) bertanya jika di dekat guru. Respons nonverbal dalam tahap ini yakni (1) membaca (2) mengobrol dengan teman (3) diam dan (4) memperhatikan guru. Ketiga tahap pascamenulis meliputi dua kegiatan yakni koreksi dan presentasi. (1) bertanya (2) meneruskan kalimat guru dan (3) menjawab pertanyaan guru. Bentuk respons nonverbal dalam tahap ini yakni (1) menengok kanan kiri (2) mencari bulpen (3) tertawa (4) memangku kepala dengan tangan (5) menyandarkan punggung ke bangku (6) meletakkan kepala di meja (7) membaca (8) berdiskusi dengan teman (9) menghapus (10) berpura-pura menulis ketika di dekat guru (11) menguap (12) berteriak dan (13) berdiri. Dalam tahap presentasi bentuk respons verbal yang muncul yakni (1) menyuruh siswa lain diam (2) menjawab pertanyaan guru dan (3) meneruskan kalimat guru. Respons nonverbal yang muncul dalam tahap ini yaitu (1) menulis dengan serius (2) mengobrol (3) mencatat (4) melirik (5) memperhatikan dan (6) mondar-mandir. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan terdapat tiga makna dari ungkapan respons siswa yakni (1) perasaan (2) pikiran dan (3) sikap. Pertama tanggapan siswa terhadap tindak pembelajaran guru sebagai bentuk ungkapan perasaan meliputi (1) rasa senang (2) takut dan (3) bosan.Kedua respons siswa sebagai bentuk ungkapan pikiran meliputi (1) siswa kesulitan (2) siswa mampu menjawab dengan mudah dan (3) yakin dan tidak yakin atas jawaban. Ketiga bentuk ungkapan sikap yang ditunjukkan oleh siswa meliputi (1) disiplin dan tidak disiplin (2) tertib dan tidak tertib (3) tidak bertanggung jawab dan (4) percaya diri dan tidak percaya diri. Dengan adanya fakta-fakta yang dipaparkan dalam penelitian ini diharapkan guru bahasa Indonesia yang mengajarkan kemampuan menulis lebih kreatif dalam mengembangkan idenya untuk menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai. Selain itu dalam proses belajar mengajar guru harus lebih memperhatikan perilaku verbal dan nonverbal yang dilakukan selama proses pembelajaran. Seorang guru diharapkan dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang dialami siswa dalam kegiatan pembelajaran tanpa harus diungkapkan siswa secara verbal.