UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Epifani kepengarangan Ratna Indraswari Ibrahim / Susilo Mansurudin

Mansurudin, Susilo - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Susilo Mansurudin. Epifani Kepengarangan Ratna Indraswari Ibrahim. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Maryaeni M.Pd (II) Prof. Dr. Djoko Saryono M.Pd (III) Dr. Yuni Pratiwi M.Pd. Kata kunci epifani historisme baru dan kedifabelan Epifani merupakan peristiwa besar (transformasi) dari seseorang (individu) yang memberikan pencerahan dalam perjalanan pemaknaan kehidupan. Penelitian mengenai epifani dengan memanfaatkan karya sastra dan kepengarangan Ratna Indraswari Ibrahim (RII) sebagai sumber kajian masih belum pernah dilakukan. Subfokus kajian disertasi dititikberatkan pada epifani mencakup beberapa hal (a) epifani karya sastra RII (b) epifani RII sebagai pengarang dan (c) hubungan epifani karya sastra dan RII sebagai pengarang. Dalam disertasi ini digunakan rancangan epifani untuk membedah hubungan RII sebagai pengarang dan karya sastra sebagai titik tolak pergeseran paradigma kehidupan RII. Tahap pertama menelusuri RII sebagai pengarang Kajian kedua membedah karya sastra RII. Ketiga dilanjutkan kajian hubungan epifani RII sebagai pengarang dan epifani karya sastranya. Disertasi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan epifani. Sebagai pisau bedah guna mengungkap aspek-aspek yang dikaji dalam fokus digunakan strategi-strategi kritis Historisme Baru (HB). Data penelitian berupa teks yang dikumpulkan dari sumber data berupa antologi cerpen novelet maupun novel RII. Di samping itu data juga berasal dari hasil wawancara maupun dokumen-dokumen penting tentang RII sebagai pengarang. Ditemukan hasil analisis bahwa secara fisikal RII tidak mampu berbuat banyak tetapi secara mental mampu menghasilkan sebuah karya yang sangat luar biasa (a) bermanfaat bagi publik (b) mampu menginspirasi (c) mampu mengubah orang-orang sekitar menjadi lebih berdaya dan (d) sebagian besar RII mengarang berdasarkan kisah nyata dari hasil cerita teman sahabat tamu bahkan cerita mengenai kondisi dan keadaan RII. Epifani kepengarangan RII terdapat tiga hal utama yakni (i) epifani kehumanisan (ii) epifani kefeminisan dan (iii) epifani kedifabelan. Hubungan epifani RII sebagai pengarang dan epifani karya sastra terletak pada kesadaran tentang kedifabelannya. Faktor kesadaran bahwa RII adalah difabel menyebabkan dirinya berjuang agar survive dalam menjalani kehidupan. Pada saat RII mengalami kelumpuhan maka saat itulah menjadi titik tolak perubahan mendasar dalam kehidupannya menjadi manusia humanis transendental sastrawan sangat produktif dan menjadi sastrawan. Hubungan epifani RII dengan karyanya berjalan linier dan sejajar sebagai tanda bahwa tulisan-tulisan RII merupakan rekaman atau memoar kehidupan dirinya secara pribadi di tengah hiruk pikuk fenomena yang ada. Ini membuktikan terjadinya hubungan sosiologis dan psikologis pengarang dan karya sastra sekaligus sastra sebagai cerminan sosial-masyarakat. Dibuktikan bahwa karya sastra RII merupakan representasi dari keadaan diri RII sebagai manusia humanis feminis dan difabel. Kedifabelan RII sebagai teks yang dikukuhan atas kajian Historisme Baru yakni (i) kehidupan sebagai manusia humanis merupakan hal yang dicita dan cintakan oleh RII baik sebagai manusia terhadap manusia lain manusia dengan lingkungan serta manusia terhadap Tuhan. Cita-cita RII merupakan formulasi sebagai manusia yang humanis transendental (ii) perlawanan RII terhadap ketidakadilan dilakukan secara tersirat dalam karya-karya sastranya. Gerakan yang utama RII sebagai feminis adalah menjadikan perempuan sebagai subjek yang utuh dan (iii) semua manusia sama dan mempunyai potensi diri baik sebagai difabel disabel dan manusia sempurna tak ada perlakuan istimewa dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran RII sebagai difabel merupakan titik tolak perubahan dan pergeseran kehidupannya (kulminasi epifani) menjadi manusia humanis dan feminis. Disarankan RII selayaknya masuk dalam sejarah sastrawan Indonesia dengan keunggulan karyanya sekaligus memasukkan ikon sastrawan Malang. RII menjadi kebanggaan sekaligus aset besar bagi kota Malang. Dijadikanya RII sebagai ikon kota Malang semakin kuat dan lengkap untuk memenuhi khasanah warisan kota Malang baik kekayaan lahir maupun batin. Terbukti karya RII mampu mengangkat kompleksitas budaya dan kebermaknaan masyarakat Malang dalam Lemah Tanjung (2003) dan Pecinan Kota Malang (2008).


Informasi Detail
DDC
Rd 899.221099287 MAN e
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2015.
Deskripsi Fisik
xx, 217 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00033/KI/16
Edisi
Disertasi (Pascasarjana). Universitas Negeri Malang, 2015
Subjek
1. WANITA - PENGARANG
2. IBRAHIM, RATNA INDRASWARI
3. WOMEN AUTHORS (LITERATURE)

Pembimbing
1. Maryaeni ; 2. Djoko Saryono
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik