Skripsi
Kontribusi Patih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar 1877-1895 / Winda Nita Lusiana
Abstrak
ABSTRAK Lusiana Winda Nita. 2015. Kontribusi Patih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap Masyarakat Regentschap Blitar 1877 1895. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing Dr. R. Reza Hudiyanto M.Hum. Kata Kunci Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo Regentschap Blitar. Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Blitar erat kaitannya dengan peran patih sebagai figur priyayi Jawa pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sebagai Patih Blitar pada tahun 1877 1895 dia berkontribusi besar dalam mendampingi Bupati Warso Koesoemo mengelolapuncak pemerintahan dan pembangunan Regentschap Blitar hingga membentukkawasan Gemeente/Kota Blitar. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian skripsi ini mengkaji kontribusiPatih Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar pada tahun 1877 1895. Penelitian skripsi ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan beberapa hal. (1)Riwayat hidup kepribadian Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo (1827 1909). (2)Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar (1877 1895). (3) Keteladanan To Pituyang disampaikan Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo sebagai ajaran priyayi Jawa.Dalam mencapai tujuan penulisan skripsi ini penulis menggunakan metodesejarah dimulai dari pemilihan topik heuristik verifikasi (kritik) interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian penulis diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut. (1) Riwayat hidup kepribadian Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo (1827 1909) ditandai dengan gaya hidup dan status sosialnya sebagai figur priyayi Jawa yang berkedudukan sebagai Patih Blitar dalam sistem birokrasi pemerintahan Hindia-Belanda.(2) Kontribusi Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo terhadap masyarakat Regentschap Blitar (1877 1895) dapat dibuktikan dengan berbagai hasil peninggalan fisik dan infrastrukturdi kawasan Kota Blitar.(3)Keteladanan To Pituyang disampaikan Raden Ngabei Bawadiman Djojodigdo sebagai ajaran priyayi Jawa terdiri daritujuh penanaman budi pekerti yaitu toto (tahu aturan) titi (teliti) tatag (bertanggungjawab) titis (tepat analisanya) temen (jujur) taberi (rajin) dan telaten (sabar). Hasil penelitian skripsi ini diharapkan dapat memberikan referensi terhadap penelitian sejarah politik lainnyayang berlandaskan pada wawasan kebangsaan dan kearifan lokalmasyarakat Indonesia.