UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penggabungan pusat pemerintahan Karesidenan Pasuruan dan Malanmg tahun 1931-1941 serta relevansinya terhadap pembelajaran sejarah / Bramasta Yudha Wahyu Wijaya

Wijaya, Bramasta Yudha Wahyu - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Wijaya Bramasta Yudha Wahyu. 2015. Penggabungan Pusat Pemerintahan Karesidenan Pasuruan Dan Malang Tahun 1931-1941 Serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sejarah. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. R. Reza Hudiyanto M. Hum. Kata Kunci Penggabungan Pemerintah Karesidenan Pasuruan-Malang Pada masa kolonial di Indonesia Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal membuat perubahan besar pada sektor birokrasi pemerintahan di Jawa. Daendels membagi wilayah Jawa ke dalam bentuk prefectur. Sejak pemerintahan Raffles prefektur telah berubah menjadi karesidenan. Salah satu karesidenan pertama kali dibentuk oleh pemerintah Kolonial pada tahun 1819 adalah Pasuruan. Pasuruan terdiri dari tiga kabupaten yaitu Bangil Malang dan Pasuruan itu sendiri. Pada paruh pertama abad kesembilan belas ibukota Karesidenan Pasuruan berlokasi di Pasuruan sebuah kota di pesisir utara Jawa bagian timur. Pada tahun 1928 kondisi ekonomi dan sosial telah berubah sejak Malang sebuah kota di pedalaman Jawa tumbuh menjadi kota besar. Hal itu membuat pemerintah kolonial memutuskan untuk membentuk Malang menjadi sebuah ibukota Karesidenan. Penelitian ini mencari jawaban atas masalah yaitu (1) latar belakang penggabungan Karesidenan dari pasuruan ke Malang. (2) kondisi Malang sejak memiliki status baru sebagai ibukota Karesidenan Malang. Untuk menjawab pertanyaan ini peneliti menggunakan metode sejarah. Metode sejarah terdiri dari lima tahap pemilihan topik mencari informasi atau sumber verifikasi interpretasi dan menyajikan dalam bentuk tertulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggabungan pusat pemerintahan Karesidenan dari Pasuruan ke Malang adalah hasil dari perubahan ekonomi dan sosial di Malang sejak 1 Juli 1928 Malang telah dibanjiri oleh perkembangan infrastruktur dan populasi krisis ekonomi yang melanda Hindia Belanda memaksa pemerintah untuk mengurangi anggaran negara dengan menggabungkan dua Karesidenan menjadi satu. (2) penggabungan wilayah karesidenan tersebut membuat Malang menjadi semakin ramai dengan perkembangan infrastruktur dan meningkatnya jumlah penduduk di Malang sebagai pusat pemerintahan Karesidenan sekaligus menjadi ibukota Karesidenan. Saran dalam penelitian selanjutnya sejarah birokrasi memainkan peran penting dalam memberikan solusi untuk konflik politik kontemporer setelah pelaksanaan keputusan otonomi daerah tahun 2004 untuk menjamin keberlangsungan pemerintahan yang bersih adil dan jujur.


Informasi Detail
DDC
Rs 351.0959828 WIJ p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sejarah, 2015.
Deskripsi Fisik
xi, 143 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00070/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. PASURUAN (KARESIDENAN) - SEJARAH
2. RESIDENCY PASURUAN - HISTORY

Pembimbing
1. R. Reza Hudiyanto
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik