Skripsi
Pengembangan media pembelajaran berbasis softboard sebagai tentor privat pembelajaran fisika SMA pokok bahasan Rotasi Benda Tegar / Ardhian Bayu Kristanto
Abstrak
ABSTRAK Kristanto Ardhian Bayu. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Softboard sebagai Tentor Privat Pembelajaran Fisika SMA Pokok Bahasan Rotasi Benda Tegar. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Widjianto M.Kom (II) Dra. Endang Purwaningsih M.Si. Kata Kunci student centered approach daya tangkap model 4D softboard. Tuntutan Kurikulum 2013 terhadap keaktifan siswa terkadang menimbulkan kesulitan pada siswa terutama di bidang mata pelajaran fisika. Dengan pendekatan student centered approach memang dimungkinkan siswa menjadi lebih dominan dalam belajar. Namun hal itu ternyata menjadi kendala terhadap beberapa siswa yang memiliki daya tangkap rendah. Masalah yang timbul ketika siswa ingin pintar akademik dan ahli di bidang nonakademik sekaligus sebenarnya adalah tentang efisiensi waktu. Beberapa hal yang menyebabkan efisiensi waktu belajar menurun antara lain karena persiapan minat belajar yang kurang tertata serta kurangnya sumber belajar. Siswa butuh sesuatu yang bisa mengajari dan membantu mereka mempersiapkan pengetahuan awalnya. Dengan demikian pengembangan media pembelajaran berbasis softboard sebagai sarana siswa untuk belajar mandiri secara lebih baik menjadi perlu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974) dalam Wahyuningsih (2013). Instrumen pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Penilaian terhadap produk penelitian dan pengembangan adalah validasi dan uji coba terbatas untuk mengetahui kualitas produk oleh pengguna. Data hasil penilaian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan penilaian pada angket validator dan subjek uji coba terbatas dengan skala Likert. Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk termasuk dalam kriteria baik namun masih perlu adanya revisi. Berdasarkan data kualitatif produk telah direvisi secara sempurna sesuai dengan komentar dan saran baik dari pembimbing maupun validator. Produk pengembangan perlu ditindaklanjuti dengan uji coba lebih luas untuk mengetahui efektifitas penggunaan produk yang telah direvisi secara tuntas.