UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Perbedaan tingkat self regulated learning antara kelas akselerasi dan kelas reguler siswa SMA Negeri di Kota Malang / Artiyan Dwiyana

Dwiyana, Artiyan - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Dwiyana Artiyan. 2015. Perbedaan Tingkat Self-Regulated Learning Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Siswa Sekolah Menengah Atas Di Kota Malang. Tesis. Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muslihati S.Ag M.Pd. (II) Dr. Imanuel Hitipeuw M.A. Kata kunci Self-Regulated Learning Kelas Akselerasi Kelas Reguler Perbedaankemampuanbelajar siswapadaSekolahMenengahAtasmenghasilkanbentukpengelompokkankelas-kelasberdasarkanberbagaiaspek yang mendasarinya. Dalamhalini kelasakselerasi di dominasiolehasumsi yang menyatakanbahwasiswa yang terdapatpadakelastersebutmerupakansiswa yang memilikikeunggulandalampengembanganregulasidirimerekadalambelajar Kemampuan siswa dalammengatur diri padaaktivitas belajarnya (self-regulated learning)merupakanfaktorpenting yang mempengaruhi prestasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat self-regulated learningantara kelas akselerasi dan kelas reguler. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif/ex post factopada (6) enam Sekolah Menegah Atas di Kota Malang yang menyelenggarakan kelas Akselerasi.Jumlah populasi dan sampel siswa akselerasi adalah 85 orang dan siswa reguler adalah 181 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan inventori self-regulated learning dan jurnal kegiatan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Kruskal-Wallis dengan bantuan SPSS 20 for windows. Perhitungan diperoleh dengan membandingkan antara statistik hitung (1 713) lebih kecil daripada statistik tabel (3 841) dengan df 1 dan signifikansi 5%dan berdasarkanasymptoticsignificance adalah 0 191 lebih besar dari probabilitas 0 05 maka diambil keputusan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan self-regulated learning yang signifikan antara kelas akselerasi dan kelas reguler atau dengan kata lain self-regulated learningantara kedua kelas tersebutdapat dikatakan sama. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi sekolah dan guru bimbingan dan konseling dalampemberian layanan bimbingan belajar terhadap siswa khususnya self-regulated learning. Sistem kredit semester dan metode pembelajaran blended learning pada jenjang SMA merupakan kesempatan untuk mendorong keberhasilan studi dengan waktu yang relatif singkat sesuai kemampuan bakat dan minatnya


Informasi Detail
DDC
Rt 370.152 DWI p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bimbingan dan Konseling, 2015.
Deskripsi Fisik
xiii, 119 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00224/KI/16
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. PRESTASI BELAJAR
2. PSIKOLOGI BELAJAR
3. ACHIVEMENTS LEARNING

Pembimbing
1. Muslihati; 2. Imanuel Hiipeuw
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik