Tesis
Defragmenting struktur berpikir siswa melalui pemetaan kognitif berdasarkan gaya belajar untuk memperbaiki kesalahan siswa pada permasalahan lingkaran / A. Ali Syihabuddin
Abstrak
ABSTRAK Syihabuddin A. Ali. 2015. Defragmenting StrukturBerpikirSiswaMelaluiPemetaanKognitifBerdasarkan Gaya BelajaruntukMemperbaikiKesalahanSiswapadaPermasalahanLingkaran. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Toto Nusantara M.Si. dan(II) Dr. Abdul Qohar MT. Kata Kunci defragmenting stuktur berpikir pemetaankognitif gayabelajar Penelitianinibertujuanuntukmemperbaikikesalahansiswadalammenyelesaikanpermasalahanlingkarandengancaradefragmentingstrukturberpikirsiswamelaluipemetaankognitif. Selainitu mendeskripsikandefragmentingstrukturberpikirberdasarkangayabelajar yang dimilikiolehsiswadanmemperbaikikesalahansiswa. Kesalahansiswa yang dimaksudkanmerupakanjawabansalahsiswaketikamenyelesaikanmasalah yang diberikan namundalamjawabansiswatersebutsudahmenuliskansebagianlangkah-langkahpenyelesaianmasalahdenganbenar. Defragmentingstrukturberpikirsiswamenggunakanstrategispatialyaitupenggunaanpetakognitif. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdeskriptifeksploratifdengansubyek yang diambildarisiswaMTs. Al IslahiyahSukobenduMantupLamongan. Cara mengukurgayabelajarsiswadenganVAK Learning-Style Self-Assessment Questionnaire proposed by Chislett and Chapman (2005). S1 dan S2 adalahsiswadengangayabelajar visual siswacenderungmudahmemvisualkangambar yang adadalampemikirannya namunkesalahan yang dilakukannyaadalahkesalahankonsepsegitigasehinggadefragmenting yang diberikanyaitu proses memberikan stimulus dengankomunikasiataulangkahsetiaptahapannya. Dan S3 dan S4 adalahsiswadengangayabelajarauditori siswacenderungmembacasoaldantidakmudahdalammenvisualkangambar yang dipikirkannyasehingga proses defragmenting yang diberikanadalah proses untukmembantumenyelesaikanpermasalahandengancaramenggambarsecaraperlahansetiaptahapan. Sehinggasubyek visual memilikiciri lebihmudahmenangkapbentukgambar sulitmemahamisoalteksdankesalahancenderungpadapemahamansoal makacaradefragmenting yang digunakanadalahmengulangmembacatekssoaldanmenuliskanlangkah-langkahdenganjelasdalammenyelesaikansoal. Sedangkansubyekauditorimemilikicirilebihmudahmembacasoalteksdansulitmemahamidanmegartikansoaldalamgambar makacara defragmenting yang digunakanadalahmenuntunsiswamemahamisoaldenganmenyelesaikantahapandenganbantuangambar.