Tesis
Tindak tutur ekspresif guru terhadap siswa autis dalam interaksi pembelajaran di kelas / Eri Praptika
Abstrak
ABSTRAK Praptika Eri. 2015. Tindak Tutur Ekspresif Guru terhadap Siswa Autis dalam Interaksi Pembelajaran di Kelas. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Abd. Syukur Ibrahim. (II) Prof. Dr. Anang Santoso M.Pd. Keywords tindak tutur ekspresif guru interaksi pembelajaran siswa autis. Interaksi pembelajaran di kelas dibentuk oleh berbagai wujud tindak tutur. Salah satu tindak tutur yang berperan penting adalah tindak tutur ekspresif. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahuitindak tutur ekspresif guru terhadap siswa autis dalam interaksi pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini secara rinci adalah (1) mendeskripsikan fungsi tindak tutur ekspresif guru terhadap siswa autis dalam interaksi pembelajaran di kelas (2) mendeskripsikan strategi tindak tutur ekspresif guru terhadap siswa autis dalam interaksi pembelajaran di kelas dan (3) mengetahui keefektifan tindak tutur ekspresif guru terhadap siswa autis dalam interaksi pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifserta termasuk dalam jenis penelitian pragmatik. Peneliti berusaha mendeskripsikan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Pengambilan data dilakukan secara mendalam melalui observasi (perekaman dan pencatatan lapangan) dan wawancara oleh peneliti sebagai instrumen kunci. Data hasil penelitian dicek keabsahannya dengan triangulasi dan ketekunan serta ketelitian dalam pengamatan. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu transkripsi reduksi data kodifikasi dan identifikasi data tabulasi data interpretasi data verifikasi temuan penelitian dan penyimpulan hasil penelitian. Secara teoretis hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam melengkapi teori tindak tutur dan pragmatik. Secara praktis hasil penelitian ini bermanfaat bagi guru dan terapis dalam menangani siswa autis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tindak tutur ekspresif baik verbal maupun nonverbal yang bersifat umum. Guru memanfaatkan fungsi-fungsi tindak tutur ekspresif yakni fungsi tindak verbal (fungsi menyalahkan berterima kasih memuji menegur mengeluh dan memotivasi) dan fungsi tindak nonverbal (fungsi repetisi substitusi dan aksentuasi). Untuk menstimulasi respon siswa autis guru menggunakan strategi tindak verbal (strategi langsung dan strategi tidak langsung) dan strategi tindak nonverbal (strategi sentuhan fisik). Secara umum fungsi dan strategi tindak tutur ekspresif guru memiliki keefektifan yang berbeda-beda. Kesesuaian wujud verbal tuturan dengan fungsi yang diinferensikan memiliki kadar keefektifan yang tinggi dalam menyampaikan maksud (makna ilokusi) dari tindak tutur ekspresif guru. Kejelasan tuturan dapat membantu siswa autis dalam memahami pesan yang ingin disampaikan guru dalam interaksi pembelajaran di kelas. Simpulan hasil penelitian adalah guru menggunakan tindak tutur ekspresif berdasarkan gangguan-gangguan yang dimiliki siswa autis.