Skripsi
Pengembangan media pembelajaran berbasis mobile web untuk mata pelajaran Perakitan Komputer kelas X SMK Negeri 10 Malang / AM Rousan Shafir
Abstrak
ABSTRAK Shafir AM Rousan. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Mobile Web Untuk Mata PelajaranPerakitan KomputerKelas X SMK Negeri10 Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Didik Dwi Prasetya S.T. M.T. (II)M. Zainal Arifin S.Si. M.Kom. Kata Kunci Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Web Perakitan Komputer. Hasil observasi yang dilakukan di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 10 Malang diketahui bahwa telah ditunjang dengan berbagai sarana dan prasarana yang sangat memadai seperti fasilitas labaratorium komputer peralatan dan bahan praktikum sertakoneksi internet. Hasil wawancara dengan guru pengajar mata pelajaran Perakitan Komputer SMK Negeri 10 Malang diketahui bahwa dalam kegiatan belajar mengajar masih belum memiliki media pembelajaran pendukung.Tingkat penguasaan dan pemahaman siswa terhadap materi teori Perakitan Komputer juga diketahui37 7% masih belum mencapai kriteria ketuntasan minimal dikarenakan siswa cenderung aktif saat praktikum Perakitan Komputer dibandingkan saat mengikuti pelajaran teori. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis mobile web untuk mata pelajaran Perakitan Komputer Kelas X TKJ SMK Negeri 10 Malang dan mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang dikembangkanuntuk digunakan sebagai suplemen pembelajaran. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Adapun langkah-langkah dalam model penelitian pengembangan ADDIE adalah (1) analysis (2) design (3) development (4) implementation dan (5) evaluation. Dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase kelayakan 91 25% dan hasil validasi ahli materi adalah 84 52%. Dari hasil uji coba perseorangan diperoleh persentase sebesar 89 10% uji coba kelompok kecil sebesar 87 62% dan uji coba kelompok besar sebesar 84 75%. Rata-rata persentase kelayakan secara keseluruhan adalah 87 45%. Berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2010) secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.