UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Pengaturan diri belajar bahasa Indonesia siswa SMA / Retno Danu Rusmawati

Rusmawati, Retno Danu - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Retno Danu Rusmawati 2015. Pengaturan Diri Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMA. Disertasi Program Doktor PascaSarjana Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed (II) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd (III) Dr. Dedi Kuswandi M.Pd. Kata Kunci Pengaturan diri belajar Pembelajaran Bahasa Indonesia Salah satu aspek yang menentukan kualitas dan keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia siswa adalah pengaturan diri belajar Bahasa Indonesia. Keberhasilan belajar Bahasa Indonesia bukan hanya kemampuan menguasai pengetahuan kemampuan teknis dan kognisinya (hard skill) saja namun juga ditentukan oleh kemampuan mengelolaan diri belajar dan orang lain (soft skill) dari siswa sendiri. Untuk itulah Peneliti melakukan penelitian/ kajian tentang pengaturan diri belajar Bahasa Indonesia Siswa SMA. Peneliti memfokuskan aspek metakognisi aspek motivasi aspek perilaku siswa dalam pengaturan diri belajar (SRL) Bahasa Indonesia. Tujuan Penilitian secara rinci adalah (1) Mendeskripsikan pengaturan diri belajar (SRL) Bahasa Indonesia Siswa SMAN 20 Surabaya aspek metakognitif (2) Mendeskripsikan pengaturan diri belajar (SRL) Bahasa Indonesia Siswa SMAN 20 Surabaya aspek motivasi (3) Mendeskripsikan pengaturan diri belajar (SRL) Bahasa Indonesia Siswa SMAN 20 Surabaya aspek perilaku/ lingkungan (4) Mendeskripsikan hasil analisis fenomenologis dan dokumentatif struktur dasar kemandirian pengaturan diri siswa SMAN 20 Surabaya belajar Bahasa Indonesia dan keunikannya (5) Mendeskripsikan Menemuan rumusan bangunan keilmuan Struktur dasar kemandirian pengaturan diri belajar Bahasa Indonesia khususnya aspek metakognitif aspek motivasi aspek perilaku siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 20 Surabaya (6) Mendeskripsikan rumusan proposisi-proposisi dalam rangka tarikan teori dan grand teori kemandirian pengaturan diri dalam upaya mengungkap ada tidaknya atau sejauh mana aspek metakognitif aspek motivasi aspek perilaku Siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 20 Surabaya.penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis dari Strauss dan Cobin (1998). Penelitian dilaksanakan pada semesrter genap 2013/2014 dan semester ganjil 2014/2015 di SMAN 20 Surabaya. Fokus penelitian adalah kemandirian pengaturan diri belajar Bahasa Indonesia Siswa SMAN 20 Surabaya. Instrumen pengumpul data menggunakan kuisioner dokumentasi observasi dan wawancara. Subyek penelitian adalah Kepala Sekolah Guru Bahasa Indonesia Siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari aktivitas Siswa di SMAN 20 Surabaya diketahui bahwa aktivitas-aktivitas kognitif Siswa SMAN 20 Surabaya baik kelas X XI maupun XII dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia belum optimal. 1). Aktivitas-aktivitas kognitif Siswa yang belum optimal tersebut diantara adalah mengingat mendeksripsikan mengkategorikan berpikir dan memecahkan masalah. Dalam aktivitas mengingat Siswa seringkali lupa dengan materi yang telah diberikan sebelumnya sehingga ketika Pembelajar menanyakan kembali materi yang telah diberikan dan Siswa sering tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. 2). Aspek motivasi baik instrinsik dan ekstrinsik hanya sebagian kecil yang memiliki kemandirian pengaturan diri belajar dari aspek motivasi untuk itu perlu diwujudkan secara aplikatif terus menerus bentuk-bentuk motivasi baik ekstrinsik dan intrinsik untuk seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia karena tidak semua siswa menyimak dan menyadari semua motivasi yang ada dan yang telah diberikan. 3). Aspek perilaku siswa SMAN 20 Surabaya belum maksimal mempunyai kemampuan berperilaku mengatur waktu mengatur lingkungan fisik memanfaatkan orang lain/teman sebaya dan orang-orang sekolah dalam upaya meningkatkan proses dan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia. Indikator dalam perilaku meliputi kemampuan mengatur waktu kemampuan mengatur lingkungan fisik serta kemampuan dalam memanfaatkan teman Pembelajar serta orang lain dalam membantu proses belajar Bahasa Indonesia belum tertampakkan secara jelas dan merata. Memang telah ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan berperilaku tersebut namun hanya sedikit sekali. 4) Keunikan hasil analisis fenomenologis dan dokumentatif struktur dasar kemandirian pengaturan diri siswa SMAN 20 Surabaya belajar Bahasa Indonesia adalah seharusnya pengaturan diri belajar/ Self Regulated Learning mengikuti siklus Rencanakan Kerjakan Pelajari Lakukan (RKPL) yang dikembangkan oleh ahli manajemen terkemuka W. Edward Deming (1994) namun yang terjadi adalah siklus kerjakan lakukan (KL) sehingga kebiasaan merencanakan nyaris tidak ada yang ada hanya beberapa sebagian kecil siswa yang memiliki kemampuan Rencanakan (R) sedangkan siklus Pelajari (P) juga demikian sering tidak dilakukan dahulu oleh siswa. 5) Rumusan bangunan keilmuan Struktur dasar kemandirian pengaturan diri belajar Bahasa Indonesia khususnya aspek metakognitif aspek motivasi aspek perilaku siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 20 Surabaya perlu diwujudkan karena kemandirian pengaturan diri belajar Bahasa Indonesia Siswa SMAN 20 Surabaya masih pada siklus Kerjakan lakukan belum melalui siklus Rencanakan Kerjakan Pelajari lakukan (RKPL). 6) Setelah dilakukan analisis dari sudut pandang dan kajian keilmuan TEP konsep kemandirian pengaturan diri (SRL) Bahasa Indonesia Siswa SMAN 20 Surabaya yang terungkap dalam penelitian ini adalah cocok untuk bentuk pembelajaran bahasa Indonesia di SMA hal ini tercermin dari temuan penelitian bahwa (1) Siswa diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat (2) Siswa diberi kesempatan berpartisipasi aktif dalam penggunaan bahasa secara komunikatif dalam berbagai aktivitas (3) Secara sengaja Siswa dimotivasi memfokuskan pembelajaran Bahasa Indonesia kepada bentuk keterampilan dan strategi untuk mendukung proses pemerolehan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (4) Siswa sebagai peserta didik disebarkan dalam data sosiokultural dan pengalaman langsung dengan budaya Indonesia menjadi bagian dari bahasa Indonesia sasaran (5) Siswa menyadari akan peran dan hakikat bahasa Indonesia dan budaya Indonesia (6) Siswa untuk kemajuan belajarnya diberi umpan balik yang tepat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.


Informasi Detail
DDC
Rd 499.221071 RUS p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknologi Pembelajaran, 2015.
Deskripsi Fisik
xviii, 219 lembar + [5 lembar] : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00287/KI/16
Edisi
Disertasi (Pasca Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - MODEL PEMBELAJARAN
2. PSIKOLOGI BELAJAR
3. INDONESIA LANGAGE - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. H. Punaji Setyosari ; 2. I Nyoman Degeng ; 3. Dedy Kuswandi
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik