Disertasi
The effect of planning on EFL students\' writing performance across different levels of self-efficacy / Lestari Setyowati
Abstrak
ABSTRAK Setyowati Lestari. 2015. Efek Perencanaan Menulis Terhadap Kinerja Menulis Pembelajar Bahasa Inggris Dalam Tingkat Self-Efficacy Yang Berbeda. Disertasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. H. Moh. Adnan Latief M.A. Ph.D (II) Prof. Dra. Hj. Utami Widiati M.A. Ph.D. (III) Prof. H. A. Effendi Kadarisman M.A Ph.D. Kata Kunci Perencanaan Kinerja Menulis Self-Efficacy Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara perencanaan menulis dan kinerja menulis siswa dalam tingkat self-efficacy yang berbeda. Terdapat tiga permasalahan yang harus dijawab yaitu (1) apakah siswa yang menggunakan strategi prewriting mencapai kinerja menulis yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan rough drafting (2) apakah siswa dengan self-efficacy yang tinggi memiliki kinerja menulis lebih baik saat menggunakan strategi prewriting daripada siswa yang menggunakan strategi rough drafting dan (3) apakah siswa dengan self-efficacy yang rendah memiliki kinerja menulis lebih baik saat menggunakan strategi prewriting daripada siswa yang menggunakan strategi rough drafting Untuk menjawab semua pertanyaan ini peneliti menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan berfokus pada posttest only nonequivalent group-design. Dari keseluruhan populasi mahasiswa yang mengikuti mata kuliah penulisan esai peneliti mengambil dua kelas utuh dari tiga kelas yang ada. Maka terdapat 50 mahasiswa semester empat dari program studi pendidikan bahasa Inggris STKIP PGRI Pasuruan tahun akademik 2014-2015 yang terlibat dalam penelitian ini. Dua kelas utuh yang menjadi subyek penelitian ini menerima perlakuan eksperimen selama 8 minggu dari instruktur yang sama. Secara keseluruhan pengumpulan data berlangsung selama 10 minggu dari bulan April 2015 sampai dengan Juni 2015. Jenis data yang didapat dari penelitian ini adalah data interval yang diperoleh dari skor tes menulis pada saat test awal untuk mengetahui kemampuan umum siswa dalam menulis esai dan skor post-test. Tes menulis yang dipakai dalam penelitian ini adalah tes buatan peneliti yang telah diujicobakan dan divalidasikan. Terdapat dua rubrik penilaian yang dipakai untuk menilai hasil karangan siswa yaitu Jacobs ESL Composition Profile yang dipakai untuk menilai tes awal kemampuan siswa menulis esai dan Primary Test Scoring Rubric untuk teks argumentasi yang digunakan untuk menilai karangan siswa saat posttest. Semua karangan siswa dinilai oleh dua dosen yang biasa mengajar mata kuliah menulis. Uji statistik yang dipakai adalah t-test non parametrik untuk sampel independen dengan menggunakan IBM SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara siswa yang menggunakan strategi prewriting dan siswa yang menggunakan rough drafting pada level signifikansi 05 dengan (U 210 p .144 945 .05). Meski terdapat nilai rata-rata yang berbeda antara grup yang menggunakan prewriting (26.85) dan rough drafting (21.27) perbedaan ini ternyata sangat kecil. Hasil penghitungan statistik juga menunjukkan bahwa efek perencanaan sangat kecil ( 013). Hal ini berarti bahwa hanya 13 persen dari keseluruhan populasi yang akan terpengaruh oleh perencanaan. Terdapat lima faktor yang mungkin menyebabkan penelitian ini tidak mampu menolak hipotesis nol yaitu ( 1) karakteristik peserta didik yang terlibat dalam penelitian ini (2) lama waktu yang diberikan dalam membuat perencanaan (3) jumlah sampel yang dipakai (4) lamanya waktu perlakuan dalam penelitian ini dan (5) sensitifitas rubrik penskoran yang digunakan untuk menilai posttest. Sehubungan dengan pengetesan hipotesa nomor 2 dan 3 peneliti berkesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan dalam kinerja menulis siswa untuk mereka yang memiliki self-efficacy tinggi antara mereka yang menggunakan pre-writing dan rough drafting sama halnya dengan siswa yang memiliki self-efficacy rendah antara mereka yang menggunakan pre-writing ataupun rough drafting. Jawaban dari pertanyaan tersebut disimpulkan dari pertanyaan penelitian pertama dimana jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak terdapat perbedaan dalam kinerja menulis siswa bagi mereka yang menggunakan strategi pre-writing maupun rough drafting. Oleh karena itu peneliti menyarankan pada peneliti mendatang yang tertarik mereplikasi penelitian ini untuk meningkatkan jumlah sampel yang digunakan agar daya dan efek ukuran yang dihasilkan mampu menolak hipotesis nol sesuai dengan level signifikansi yang telah ditentukan. Peneliti juga menyarankan peneliti mendatang menggunakan sistem random dalam pengambilan sampel melaksanakan perlakuan selama satu semester penuh untuk mengumpulkan data agar efek perencanaan yang sebenarnya dapat terlihat dan menggunakan rubrik penskoran yang lebih sensitif untuk menilai hasil posttest. Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara strategi prewriting dan rough drafting terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diberikan. Yang pertama dosen mata kuliah menulis disarankan memperkenalkan berbagai bentuk perencanaan menulis kepada siswa memberi model cara melakukannya dan membimbing mahasiswa saat menggunakannya. Yang kedua untuk para penyusun tes menulis bahasa Inggris sebagai bahasa asing disarankan untuk memberi perintah membuat perencanaan menulis dengan waktu yang telah ditentukan secara spesifik sebelum mulai menulis. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang sedang belajar menulis untuk merencanakan ide yang akan ditulis akan membuat mereka mampu menyusun karangan dengan kualitas yang lebih baik.