Tugas Akhir
Perhitungan rencana anggaran biaya pekerjaan atap Gedung Kuliah 08 Lanti 4 FMIPA Universitas Negeri Malang dengan metode isometrik / Jova Hermawan
Abstrak
ABSTRAK Hermawan Jova. 2015. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Atap Gedung Kuliah O8 Lantai 4 FMIPA Universitas Negeri Malang dengan Metode Isometrik. Proyek Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Drs. Hadi Wasito Dipl. Ed. M.Pd. Kata kunci volume pekerjaan atap Gedung kuliah O8 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sudah dibangun sejak pertengahan Universitas Negeri Malang berdiri. Gedung yang difungsikan sebagai tempat kuliah mahasiswa dan ruang administrasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ini dibangun setinggi tiga lantai. Pada tahun 2015 pihak Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berencana untuk menambah satu lantai lagi yang nantinya akan digunakan untuk ruang kelas dan ruang dosen dan akan dilengkapi fasilitas lift guna memudahkan mahasiswa staff maupun dosen untuk naik kelantai selanjutnya. Melalui Proyek Akhir ini penulis berencana untuk menghitung ulang pekerjaan tersebut yang difokuskan pada perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) khususnya pekerjaan atap pembangunan gedung kuliah O8 lantai 4 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang menggunakan metode isometrik. Metode isometrik adalah perhitungan volume pekerjaan (BQ) dengan cara menghitung dari as ke as pada gambar kerja. Metode perhitungan Rencana Anggaran Biaya ini sangat banyak digunakan karena lebih cepat mudah dan praktis dibandingkan dengan metode-metode yang lain. Sebagai hasilnya Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap yang dihitung oleh Konsultan Perencana adalah sebesar Rp. 917 515 939.35 (sembilan ratus tujuh belas juta lima ratus lima belas ribu sembilan ratus tiga puluh sembilan rupiah) sedangkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atap berdasarkan volume pekerjaan yang dihitung dengan metode isometrik adalah sebesar Rp. 875 563 154.02 (delapan ratus tujuh puluh lima juta lima ratus enam puluh tiga ribu seratus lima puluh empat rupiah) maka selisih yang terjadi sebesar Rp. 41 952 785.33 (empat puluh satu juta sembilan ratus lima puluh dua ribu tujuh ratus delapan puluh lima rupiah) atau 4 195 % dimana Rencana Anggaran Biaya atap berdasarkan volume pekerjaan yang dihitung dengan metode isometrik lebih kecil dari Rencana Anggaran Biaya atap yang dihitung oleh Konsultan Perencana.