UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Analisis tahapan proses berpikir kreatif siswa dalam mengajukan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif / Mustafiva Rosy

Rosy, Mustafiva - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Rosy Mustafiva. 2015. Analisis Tahapan Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Mengajukan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif. Tesis Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Abdur Rahman As ari M. Pd M. A. dan (II) Dr. rer. nat. I Made Sulandra M. Si. Kata Kunci Tahapan Proses Berpikir Kreatif Pengajuan Masalah Gaya kognitif Reflektif dan Impulsif Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta di lapangan bahwa terdapat guru matematika yang kurang memperhatikan kreatifitas siswa khususnya kreatifitas siswa berdasarkan gaya kogintif. Padahal berpikir kreatif sangat penting untuk memunculkan ide-ide dalam belajar matematika misalnya pengajuan masalah. Dalam suatu kelas juga terdapat keragaman gaya kognitif siswa salah satunya adalah siswa dengan gaya kognitif reflektif dan siswa dengan gaya kognitif impulsif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses berpikir kreatif siswa dalam mengajukan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Penelitian ini dilakukan di kelas VII B SMP Negeri 1 Bululawang dengan 4 siswa sebagai subjeknya yaitu 2 siswa bergaya kognitif reflektif dan 2 siswa bergaya kognitif impulsif. Keempat subjek tersebut diperoleh dari kelas VII B setelah dilakukan tes MFFT (Matching Familiar Figure Test) yang dirancang oleh Warli (2010) yang sudah teruji validitas dan reliabelitasnya. Hasil pengajuan masalah dari keempat subjek selanjutnya dianalisis berdasarkan empat tahapan berpikir kreatif Wallas. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa proses berpikir kreatif siswa bergaya kognitif reflektif dan impulsif berbeda. Siswa bergaya kognitif reflektif lebih teliti/cermat dalam meengajukan masalah. Siswa bergaya kognitif reflektif melakukan keempat tahap proses berpikir kreatif yang disampaikan Wallas yaitu persiapan inkubasi iluminasi dan verifikasi. Sedangkan siswa bergaya kognitif impulsif kurang teliti dalam mengajukan masalah yang diberikan. Mereka cenderung ingin cepat selesai dalam mengerjakannya sehingga mengakibatkan banyak kesalahan pada hasil pekerjaannya. Siswa bergaya kognitif impulsif hanya melakukan tiga tahap proses berpikir kreatif yang disampaikan Wallas yaitu persiapan inkubasi dan iluminasi. Siswa bergaya kognitif impulsif cenderung yakin pada hasil pekerjaannya sehingga merasa tidak perlu melakukan pemeriksaan kembali hasil pekerjaannya.


Informasi Detail
DDC
Rt 510.7 ROS a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2015.
Deskripsi Fisik
ix, 108 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00422/KI/16
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. MATEMATIKA - PEMBELAJARAN
2. MATHEMATICS - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Abdul Rahman ; 2. I Made Sulandra
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik