Tesis
Penggunaan metode inquiri untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep geometri dan motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar kelas V / Syaiful Bahri
Abstrak
ABSTRAK Bahri Syaiful. 2015.Penggunaan Metode Inquiri untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Geometri dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Kelas V. Penelitian Tindakan. Tesis. Program Studi Pendidikan Guru Kelas Pascasarjana Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. EdyBambangIrawan M.Pd. (II) Dr. Abd.Qohar M.T Kata kunci metode inquiri pemahaman konsep geometri motivasi belajar. Penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep geometri dan motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar kelas V SDN Tambaan 1 Camplong. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus tindakan. Tujuan penelitian ini adalah (1) menggambarkan tentang pelaksanaan pembelajaran pembelajaran pemahaman geometri dan motivasi belajar matematika dengan menggunakan metode Inquiri (2) menggambarkan aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran pemahaman geometri dan motivasi belajar matematika dengan menggunakan metode Inquiri (3) memperbaiki pelaksanaan pembelajaran matematika tentang geometri dan motivasi belajar dengan menggunakan metode Inquiri dan (4) menanamkan konsep geometri dan motivasi belajar matematika sebagai bekal dalam kehidupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal pembelajaran diskusi berjalan agak lambat searah dan subyek penelitian masih kurang aktif dalam berdiskusi.Dari hasil wawancara terhadap semua siswa dalam kelas penelitian diperoleh informasi bahwa penggunaan metode inquiri merupakan hal yang baru karena belum pernah diterapkan dalam pembelajaran. Motivasi awal siswa sebelum tindakan rata rata 2 94%. Namun setelah pelaksanaan tindakan motivasi siswa meningkat menjadi rata rata 4 22% .Pada akhir siklus I setelah dilakukan refleksi ternyata bahwa dari tes akhir siklus I diperoleh skor hasil belajar rata rata siswa secara klasikal mencapai 74 16%. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa skor rata-rata siswa tergolong tinggi namun skor rata-rata tersebut belum memenuni kreteria keberhasilan yang ditetapkan peneliti. Karena dari 37 siswa dalam kelas tersebut yang memperoleh skor 8805 70 hanya 67% atau 25 siswa dari 37siswa. Selama pembelajaran yang berlangsung pada siklus I ini aktivitas diskusi kelompok siswa masih tergolong rendah yakni baru mencapai kategori cukup.Pada awal siklus II kegiatan diskusi berjalan dengan baik hal ini ditandai dengan tingginya perolehan skor aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diperoleh dari dua observer yaitu rata rata 92% dengan kategori sangat baik. Peningkatan aktivitas diskusi kelompok siswa juga dibarengi dengan peningkatan hasil belajarnya hal ini dapat dilihat dari hasil tes siklus II diperoleh skor rata-rata 88 6 dan dari 37 siswa 96 4% memperoleh skor 8805 70