Skripsi
Studi sarana prasarana laboratorium pada mata pelajaran dasar teknologi menjahit di SMK Kartika IV-1 Malang / Siti Nur Kalimah
Abstrak
ABSTRAK Kalimah Siti Nur. 2015. Studi Sarana Prasarana Laboratorium pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit di SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Idah Hadijah M.Pd. (II) Agus Sunandar S.Pd M.Sn. Kata Kunci Sarana Prasarana Dasar Teknologi Menjahit (DTM) SMK adalah sekolah yang menyiapkan kelulusan sebagai tenaga kerja tingkat menengah profesional dengan presentase terbesar pada pelajaran praktik di laboratorium. SMK Kartika IV-1 Malang mempunyai ruang laboratorium yang kurang memadai baik dari segi sarana maupun prasarananya ruang gerak siswa terbatas dan siswa memakai mesin jahit secara bergantian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana laboratorium pada mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu sarana prasarana pada mata pelajaran DTM. Populasi terdiri dari 19 siswa kelas XI Busana sedangkan sampelnya terdiri dari 5 responden yang diambil dari 19 siswa kelas XII Busana. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah proposional random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode angket dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif fungsinya untuk mengetahui menganalisis hasil penelitian dan memaparkan hasil penelitian kondisi sarana dan prasarana laboratorium pada mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang. Sarana mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang dalam kondisisesuai kebutuhan siswa dengan persentase 57 9%. Jumlahsarana yang dimiliki laboratorium mata pelajaran DTM ini sebanyak 89 item kondisi yang bisa digunakan sebanyak 76 4% dan kondisi yang tidak bisa digunakan sebanyak 23 6%. Prasarana mata pelajaran DTM di SMK Kartika IV-1 Malang dalam kondisi kurang sesuaidan tidaksesuai kebutuhan siswa dengan persentase 36 8%. Jumlahprasarana yang dimiliki sebanyak 222 item kondisi yang bisa digunakan sebanyak 61 9% dan tidak bisa digunakan sebanyak 38 1%. Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulakan bahwa kondisisarana mata pelajaran DTM dalam kondisisesuai dengan kebutuhan siswa. Prasarana mata pelajaran DTM dalam kondisi kurang sesuaidan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa. Pihak sekolah disarankan untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan serta menyajikan sarana dan prasarana sesuai dengan standar umum pendidikan kejuruan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.Guru pengajar dan siswa diharapkan dapat menjaga merawat dan menggunakan fasilitas yang ada dengan baik sehingga fasilitas yang ada dapat bertahan lama dan berfungsi dengan baik. Mengatasi sarana dan prasarana yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan standar diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dan memiliki inisiatif untuk mengganti ataupun membagi sarana dan prasarana yang ada sehingga proses pembelajaran praktik tetap berjalan dengan lancar sesuai tujuan pendidikan kejuruan.