Skripsi
Studi kondisi sarana dan prasaran bengkel pengelasan di SMK Negeri 21 Lamongan / Taufiq Mahsuli
Abstrak
ABSTRAK Taufiq Mahsuli. 2015. Studi Kondisi Sarana dan Prasarana Bengkel Pengelasan di SMK Negeri 2 Lamongan. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Yoto S.T. M.Pd. M.M. (2) Drs.Basuki M.Pd. Kata Kunci kondisisarana dan prasarana praktikum bengkel teknik pengelasan Bengkel/laboratorium pada sekolah menengah kejuruan merupakan sarana yang sangat penting karena bengkel merupakan sarana yang mejadi ciri khusus pada sekolah kejuruan. Melalui bengkel inilah sekolah kejuruan akan mendidik calon lulusannya menjadi manusia-manusia terampil yang akan mampu bersaing dalam mengisi pembangunan di segala bidang sesuai dengan bidang keahlian yang ditekuninya. Untuk menghasilkan tenaga yang profesional dan mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolo gi penyelenggaraan sekolah me nengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK /MAK) wajib menerapkan standar PermendiknasNo. 40 tahun 2008 tentang standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyahkeju ruan (SMK/MAK.Sebagai tempat pelaksanaan penelitian penulis akan mengambil tempat di SMK Negeri 2 Lamongan dikarenakan SMK Negeri 2 Lamongan adalah satu-satunya SMK baik negeri atau swasta yang mempunyai program keahlian teknik pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kondisi sarana ruang bengkel pengelasan di SMK Negeri 2 Lamongan (2) kondisi prasarana/ peralatan dan mesin yang ada di bengkel pengelasan di SMK Negeri 2 Lamongan (3) kendala yang di hadapi oleh sekolah dalam melengkapi sarana dan prasarana pada bengkel teknik pengelasan di SMK Negeri 2 Lamongan (4) usaha yang dila-kukan oleh sekolah dalam memenuhi standar sarana dan prasarana khusunya bengkel teknik pengelasan di SMK Negeri 2 Lamongan. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari kepala program keahlianteknikpengelasan kepalabengkelteknikpengelasan laboranbengkelteknikpengelasan dan guru produktifteknikpengelasan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakanobservasi wawancara dandokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan truangulasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bah wakon-disiruang praktikum pengelasan masih kurang luas atau belum sesuai standar peme-rintah peralatan masih kurang banyak dan belum tertata rapi serta perbandingan antara mesin dan siswa belum ideal.Kendalanyaterda pat padaruangan praktikum masih kurang luas kurangnya daya listrik PLN pada bengkel las dan jumlah peralatan dikarenakan minimnya dana yang dimiliki sekolah. Usaha yang dilakukanpihaksekolahdalammelengkapisaranadanprasaranaadalahdenganmengajukandanapadapemerintah dan siswa membayar iuran untuk perbaikan dan penambahan peralatan. Bagi Kepala SMK Negeri 2 Lamongan segera melakukan pembangunan ruangan dan menambah jumlah peralatan. Bagi Dinas Pendidikan diharapkan sering melak ukan kunjungan ke sekolah terutama SMK untuk melihat kondisi per-alat an ataupun mesin yang ada sehingga dapat dijadikan bahan pertim bang an untuk memberikan bantuan kepada SMK yang membutuhkan.