Skripsi
Penerapan media monopoli untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI di SMAN 1 Batu / Bagus Bayu Saputra
Abstrak
Abstrak Saputra Bagus Bayu. 2015. Penerapan Media Monopoli Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI di SMAN 1 BATU. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Agung Haryono S.E. M.P.Ak (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa M.Pd. Kata Kunci Media monopoli hasil belajar Monopoli adalah suatu media permainan papan. Dalam permainan ini pemain berlomba untuk mengumpulkan kekayaan melalui satu pelaksanaan suatu manfaat (1). Kognitif kemampuan mengetahui dan mengingat (2). Motorik mengkordinasi anggota tubuh (3) logika berfikir secara tepat dan teratur (4). Emosional atau social menjalin hubungan interpersonal (5) kreatif atau imajinatif menghasilkan ide sesuai konteks. Monopoli adalah suatu media permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan 2 orang atau lebih. Dalam permainan ini pemain berlomba untuk mengumpulkan kekayaan dengan cara menguasai semua petak dipapan melalui pembelian penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan. Alasan peneliti memilih media monopoli sebagai alat penunjang pembelajaran adalah tidak adanya batasan waktu dalam menggunakannya. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui (1) Apakah penerapan media monopoli dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI di SMAN 1 BATU. Sebelum melakukan penelitian peneliti mewawancara guru mata pelajaran ekonomi kelas XI. Setelah mendapat ijin peneliti melakukan penelitian melalui dua siklus untuk meningkatkan hasil belajar Hasil penelitian secara rinci adalah pada pertemuan siklus I nilai pre test adalah 43% dan pada post test yaitu 51%. Pada pertemuan siklus II nilai pre test adalah 68% dan pada post test yaitu 92%. Keberhasilan klasikal pada setiap siklus menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan media monopoli tidak perlu diteruskan pada siklus III. Karena pada post test siklus II siswa tuntas mencapai 23 dari 25 siswa yang artinya keberhasilan klasikal ini telah mencapai 92%. Dan demikian keberhasilan klasikal siswa melebihi standar keberhasilan klasikal kelas yaitu lebih dari 85%.