Skripsi
Penerapan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran Negosiasi (studi pada siswa kelas XB Pemasaran SMK Islam Batu) / Yudha Agung Hariyanto
Abstrak
ABSTRAK Hariyanto Yudha Agung. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Negosiasi (Studi Pada Siswa Kelas X B Pemasaran SMK Islam Batu). Skripsi Pendidikan Tata Niaga Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dr. H. Sutrisno M.M Pembimbing II Drs. Mohammad Hari M.Si. Kata Kunci Role Playing Hasil Belajar Penerapan model pembelajaran merupakan tujuan pembelajaran. Kesesuaian materi yang ingin disampaikan untuk perkembangan peserta didik dan kemampuan guru dalam mengelola. Model pembelajaran role playing merupakan model bermain peran memungkinkan para siswa mengidentifikasi situasi-situasi dunia nyata dan dengan ide-ide orang lain amat dekat. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model role playing untuk meningkatkan hasil belajar ranah afektif psikomotor dan kognitif siswa pada mata pelajaran melaksanakan negosiasi karena siswa lebih antusias dan aktif dalam model pembelajaran tersebut. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan pengamatan dan tahap analisis dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi wawancara tes dan catatan lapangan. Pendekatan kualitatif artinya peneliti mendeskripsikan segala sesuatu apa adanya tidak ada manipulasi dan tidak ada perlakuan khusus terhadap subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X B SMK Islam Batu dengan jumlah 28 siswa. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada setiap siklusnya yaitu (a) pra penelitian ada 25 siswa tidak tuntas dan 5 siswa tuntas (b) siklus I ada 20 siswa tidak tuntas dan 8 siswa tuntas siklus II ada 6 siswa tidak tuntas dan 22 siswa tuntas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam proses pembelajaran guru sudah bagus melakukan mobilisasi serta pemberian motivasi terhadap siswa tetapi beberapa siswa masih ramai dan kurang serius dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan penerapan model role playing kegiatan pembelajaran lebih aktif dan siswa dapat berpikir kritis sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Faktor pendukung dalam model pembelajaran role playing siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat. Faktor penghambat dalam model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk satu siklus yang dilakukan sehingga guru dituntut lebih cermat dalam pengelolaan waktu. Penerapan model pembelajaran role playing disarankan untuk lebih tegas dalam proses pembelajaran agar siswa tidak ramai dan mengganggu dalam proses pembelajaran untuk lebih meningkatkan keaktifan dan motivasi kepada siswa pada proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal.