Skripsi
Pengembangan augmented reality video sebagai suplemen pada modul teknologi jaringan pokok bahasan perangkat lunak jaringan / Basith Rahmatullah
Abstrak
ABSTRAK Rahmatullah Basith. 2015. Pengembangan Augmneted Reality Video Sebagai Suplemen Pada Modul Teknologi Jaringan Pokok Bahasan Perangkat Lunak Jaringan. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dedi Kuswandi M.Pd. (II) Dra. Susilaningsih M.Pd. Kata kunci Augmented Reality Video Pembelajaran Pembelajaran Mandiri. Pada pembelajaran mata kuliah Teknologi Jaringan di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang media yang digunakan dalam pembelajaran adalah media modul cetak. Namun pada salah satu materi pada modul yang dirasa sukar adalah perangkat lunak jaringan yang terbagi menjadi uraian materi diantaranya peer to peer dan client to server. Karena dalam materi tersebut terdapat banyak konsep abstrak yang menyulitkan mahasiswa dan hanya tertera uraian penjelasan materi dalam bentuk teks sedangkan gambar visual yang terdapat pada materi dalam modul tersebut sama sekali tidak ada sehingga mahasiswa seringkali kesulitan untuk memvisualisasikan materi perangkat lunak jaringan dalam modul. maka diperlukan suatu tambahan (suplemen) untuk melengkapi materi perangkat lunak jaringan pada modul teknologi jaringan agar dapat memvisualisasikan dan untuk membuat konsep yang abstrak menjadi konsep yang kongkrit. Salah satu media pembelajaran yang dapat mengubah suatu konsep abstrak menjadi konsep kongkrit adalah video pembelajaran dengan menggunakan teknologi Augmented Reality atau disebut juga Augmented Reality Video. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan suplemen pembelajaran pada modul berupa video berteknologi augmented reality yang valid dan efektif untuk kegiatan pembelajaran pada matakuliah Teknologi Jaringan di Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pengembangan ini menggunakan metode pengembangan Sadiman untuk mengembangkan Augmented Reality Video. Adapun langkah-langkah tersebut meliputi (1) Analisa kebutuhan dan karakteristik siswa (2) Perumusan tujuan (3) Pengembangan materi (4) Perumusan alat pengukur keberhasilan (5) Penulisan naskah (6) Produksi (7) Tes/uji coba. Aplikasi augmented reality video sebagai suplemen pada modul teknologi jaringan ini dinyatakan valid digunakan untuk pembelajaran mandiri. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan data 1 orang ahli media 100% 1 orang ahli materi 98% 3 orang uji coba perseorangan 85 83% 10 orang uji coba kelompok kecil 86 17% dan 27 orang uji coba lapangan 86 19%. Keefektivitasan aplikasi augmented reality video sebagai suplemen pada modul teknologi jaringan ini dari 40 mahasiswa yang mengikuti tes hasil belajar 34 mahasiswa mengalami ketuntasan belajar atau sebanyak 85% mahasiswa memenuhi KKM ( 8805 70) setelah menggunakan modul yang disertai aplikasi augmented reality video sedangkan 6 mahasiswa dinyatakan belum tuntas atau tidak memenuhi KKM ( 8805 70). Saran bagi pengembang berikutnya produk yang dihasilkan hendaknya sesuai dengan spesifikasi perangkat yang akan digunakan agar pada saat pelaksanaan atau penggunaan produk tersebut tidak terjadi masalah atau gangguan dalam memutar Augmented Reality Video tersebut. Dalam mengembangkan Augmented Reality Video diharapkan instrumen untuk ahli materi ahli media dan audiens disempurnakan sesuai dengan komponen- komponen yang ada dalam Augmented Reality Video seperti gambar teks audio video dan lain-lain dijabarkan secara detail pada instrumen pengembang berikutnya.