Skripsi
Speech disorder: stuttering fetures that resemble tourette sybdrome in rocket science / Novia Aisyah Ashari
Abstrak
ABSTRAK Ashari Novia Aisyah. 2015. Speech Disorder Stuttering Features that Resemble Tourette Syndrome in Rocket Science the Movie. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Evynurul Laily Zen M.A (II) Dr. Emalia Iragiliati M.Pd. Kata Kunci gagap gejala gagap sindrom Tourette film The Rocket Science Penderita gagap seringkali dikenali dengan adanya kelainan dalam berbicara seperti pengulangan bunyi kata atau frase bahkan disertai dengan perilaku motorik berulang. Penggambaran gagap ditampilkan dengan sangat baik melalui film The Rocket Science. Tokoh utama dalam film ini adalah seorang anak laki-laki penderita gagap yang beranjak dewasa. Fokus penelitian ini tidak hanya pada aspek bunyi dan motorik dari fenomena gagap namun juga menghubungkannya dengan isu sindrom Tourette. Penelitian ini berusaha menemukan aspek bunyi dan motorik yang serupa antara gagap dan sindrom Tourette. Penelitian ini mengimplementasikan rancangan penelitian deskripsi kualitatif. Transkripsi film dan film itu sendiri menjadi sumber utama dalam pengambilan data. Penelitian ini mendukung teori gagap oleh Campbell Hill (1987) dan Mulligan (2003) serta sindrom Tourette oleh Jankovic (2001). Teori-teori akan digunakan pada analisis data yang dikumpulkan dari observasi film dan dialog pemeran utama. Analisis data tidak berhenti pada proses klasifikasi aspek bunyi dan motorik namun juga membandingkan keduanya dengan sindrom Tourette. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utamanya Hal Hefner menunjukkan tujuh gejala bunyi gagap yaitu pengulangan kata bersuku-kata tunggal (MWWR) pengulangan frase (RP) pengulangan bunyi/suku kata (RSD/RSL) sisipan (IN) perpanjangan bunyi (PL) hambatan berbicara (BL) dan revisi (RV). Gejala motorik yang ditemukan adalah aspek pergerakan mata kepala tubuh dan lengan kontraksi otot gemetar pada bibir dan lidah serta kelainan pernapasan. Melalui temuan-temuan tersebut dan dengan mengacu pada referensi sindrom Tourette dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam aspek fitur bunyi gejala yang juga terdapat dalam sindrom Tourette adalah hambatan berbicara pengulangan bunyi/suku kata pengulangan kata dan pengulangan frase. Kemudian dalam aspek motorik mata berkedip dan sentakan rahang bawah juga ditemukan pada gejala sindrom Tourette. Penelitian ini diharapkan memberi pandangan dan informasi baru terhadap fenomena gagap dan korelasinya dengan sindrom Tourette. Walaupun memberikan detail pada penjelasan temuan penelitian ini tidak memperdalam cabang linguistik tertentu yang juga dibahas dalam diskusi. Penelitian yang akan datang dapat mengkaitkan aspek fonologi sintaks atau morfologi dengan fenomena gagap itu sendiri untuk memperluas bahasan psikolinguistik.