Skripsi
Pengaruh kecerdasan emosional pemimpin terhadap kinerja karyawan (studi pada perusahaan jasa kuliner Racel Tea yang dipimpin manager laki-laki dan Racel Risol yang dipimpin manager perempuan) / Risang Candrasa Rahino Suwignyo
Abstrak
ABSTRAK Suwignyo Risang Candrasa Rahino. 2015. Pengaruh Kecerdasan Emosional Pemimpin Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Racel Tea Yang Dipimpin Oleh Manager Laki-laki dan Racel Risol yang Dipimpin Oleh Manager Perempuan ). Skripsi JurusanManajemen FakultasEkonomi UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Prof. DrEry Tri Djatmika M.A M.Si. (II) Drs. H Mohammad Arief. Kata Kunci kecerdasan emosional pemimpin kinerja karyawan Masalah kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) muncul belakangan setelah sebagian besar masyarakat menggunggulkan peran kecerdasan intelektual atau intelectual quotient(IQ) dan kecerdasan spiritual atau spiritual quotient(SQ). Kecenderungan sekarang adalah ketiga jenis kecerdasan tersebut memiliki kontribusi yang besar terhadap kesuksesan karier dan kehidupan seseorang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi kinerja karyawan kecerdasan emosional pemimpin pada Racel Tea dan Racel Risol serta untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional pemimpin terhadap kinerja karyawanyang dimoderasi oleh jenis kelamin. Populasidalampenelitianiniadalah79 karyawanRacel Group.Teknik pengambilansampelmenggunakanmetodeSlovindandiperoleh66 karyawan sebagai responden dibagi menjadi 2 yaitu 33 responden untuk Racel Tea dan 33 responden untuk Racel Risol.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primeryang didapat dari penyebaran kuisioner dan wawancara.Teknikanalisis data yang digunakandalampenelitianiniadalahteknikanalisisregresi sederhana dan t test independentdengan bantuan software SPSS 16.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi kecerdasan emosional pemimpin laki-laki dan prempuan sama-sama baik. H0 ditolak yang artinya kecerdasan emosional pemimpin laki-laki berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. H0 ditolak yang artinya kecerdasan emosional pemimpin perempuan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. kemudian uji beda menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya tidak ada perbedaan kecerdasan emosional pemimpin dan kinerja karyawan laki-laki dan perempuan.