Skripsi
Pengembangan media pembelajaran M-learning sistem operasi di DMK Negeri 5 Malang Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan / Sony Aditya
Abstrak
ABSTRAK Aditya Sony. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran M-Learning Sistem Operasidi SMK Negeri 5 Malang JurusanTeknikKomputer Dan Jaringan. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara M.Pd(2)Heru Wahyu Herwanto S.T. M.Kom. Kata kunci pengembangan media pembelajaran android sistemoperasi smk Materisistem operasimerupakansalahsatukompetensi yang harusdipahamiolehsiswa SMK JurusanTeknikKomputer dan Jaringan. Didalamsistem operasi kegiatanpembelajarandidominasiolehkegiatanpraktekinstalasisistemoperasi sehingga diperlukan adanya pengetahuan tentang perintah perintah dasar instalasi.Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran sitem operasi berbasis mobileyang dapat digunakan sebagai media pendukung pada mata pelajaran sistem operasi di SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Media Pembelajaran inibertujuanuntukmenarikminatsiswadanmemberikankemudahanbagisiswadalammemahamimateri. Penelitian ini menggunakan model pengembangan oleh Sadiman. Model pengembangan ini dipilih karena adanya proses revisi yang bisa diulangi dari tahapan tertentu. Tahapan-tahapan pada model pengembangan Sadiman adalah sebagai berikut (1) identifikasi kebutuhan (2) perumusan tujuan pembelajaran (3) perumusan materi pembelajaran (4) perumusan alat ukur keberhasilan (5) penulisan naskah media (6) uji coba (7) revisi (8) naskah siap diproduksi dan dimanfaatkan. Pengujian dilakukan pada tiga subjek uji coba yakni ahli materi ahli media dan siswa. Pengujian pada ahli materi menunjukkan hasil sebesar 99.4%. Pengujian pada ahli media memperoleh hasil sebesar 95.06%. sedangkan uji coba pada siswa memperoleh skor 94.28%. Dari keseluruhan uji coba yang telah dilakukan maka diperoleh skor sebesar 96.52% atau termasuk dalam kategori layak untuk digunakan berdasarkan kriteria tingkat kelayakan (Arikunto 2006). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sudah layak untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.