Skripsi
The Female stereotype as rep[resented in female ghost charavters in selected horror film / Isna Zulfa Khusnawati
Abstrak
ABSTRAK Khusnawati Isna Zulfa. 2016. Stereotip Wanita Dipresentasikan dalam Karakter Hantu Wanita dibeberapa Film yang telah Dipilih. Skripsi Sarjana Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing M. Nasrul Chotib S. S. M. Hum. Kata Kunci hantu perempuan stereotip perempuan feminism. Hantu lebih sering muncul pada karya sastra dan layar kaca maupun layar lebar daripada dikehidupan sehari-hari masyarakat saat ini. Beberapa cerita hantu kemudian berkembang dan membentuk suatu gaya/aliran sastra yang kemudian disebut horor. Salah satu ciri khas dari aliran ini adalah adanya cerita hantu didalam karya sastra. Karya sastra yang menyajikan cerita hantu tidak hanya terbatas pada karya tulis melainkan juga pada media visual terutama film. Film yang menampilkan hantu dalam ceritanya disebut juga dengan film horror. Kisah sosok hantu perempuan lebih banyak ditampilkan daripada kisah sosok hantu laki-laki oleh film-film horror yang menyajikan cerita hantu. Fenomena ini juga terdapat dalam film-film yang menjadi focus dalam penelitian ini yakni Mam The Grudge 3 dan Kuntilanak. Ketiga film ini menjadikan sosok perempuan sebagai hantu dan menjadikannya karakter utama dalam film. Berkaitan dengan adanya sosok hantu perempuan yang ditampilkan dalam film-film ini maka diperlukan pembahasan mengenai adanya keterikatan antara penggambaran sosok hantu perempuan dan stereotip perempuan yang mengikuti kemunculan hantu perempuan dalam film-film ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang adanya stereotip perempuan yang disajikan bersama dengan adanya sosok hantu perempuan dalam beberapa film yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Tiga film ini diharapkan cukup mewakili dari banyaknya film horor yang menampilkan sosok hantu perempuan sebagai tokoh utamanya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian berupa tiga film yang telah disebutkan dengan fokus pada karakter dan deskripsi hantu perempuan yang ditampilkan dalam film. Kegiatan analisis data dimulai dengan mengumpulkan beberapa artikel dan karya tulis ilmiah mengenai hantu sosok perempuan dan bahkan teori feminism yang membahas tentang tampilan perempuan dalam film. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh dua kesimpulan dari hasil penelitian sebagai berikut. Pertama masih tetap ada stereotip perempuan sebagai sosok perempuan yang baik dalam dalam pandangan masyarakat kita. Sosok hantu perempuan dengan penggambaran seperti dalam film merupakan gambaran dari perempuan yang buruk dalam pandangan masyarakat. Perempuan seperti ini harus dihindari dihilangkan dan dikucilkan ataupun dirubah jika perlu. Kedua sosok perempuan yang baik adalah sosok perempuan seperti yang digambarkan dalam film sebagai tokoh antagonis atau lawan dari sosok hantu perempuan. Perempuan baik ini menggambarkan bagaimana seharusnya perempuan bersikap dan berpenampilan. Perempuan seperti ini akan dengan mudah diterima dalam masyarakat kita dimana peran laki-laki masih sangat mendominasi dalam kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya penggambaran perempuan dalam kategori apapun bertujuan untuk menjadi obyek dari kepuasan laki-laki.