Disertasi
Tuturan kearifan pertanyaan guru dalam interaksi pembelajaran di kelas / Agnes Rahayu Diana Puspitawati
Abstrak
ABSTRAK Puspitawati Agnes Rahayu Diana. 2015. Tuturan Kearifan Pertanyaan Guru dalam Interaksi Pembelajaran di Kelas Disertasi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Ah. Rofi uddin M.Pd. (II) Prof. Dr. H. Imam Suyitno M.Pd. (III) Dr. Hj. YuniPratiwi M.Pd. Kata kunci tuturan kearifan pertanyaan guru interaksi pembelajaran Dalam proses pelaksanaan pembelajaran kualitas interaksi guru siswa memberikan sumbangan penting pencapaian hasil belajar. Interaksi guru siswa dikembangkan melalui komunikasi verbal dalam wujud tuturan-tuturan baik yang disampaikan oleh guru maupun siswa. Salah satu jenis tuturan guru yang digunakan untuk mengembangkan interaksi pembelajaran berupa tuturan pertanyaan. Tuturan pertanyaan digunakan secara strategis oleh guru dapat mendorong interaksi yang dinamis sehingga siswa berpikir lebih produktif kritis kreatif dalam pengembangan kompetensinya. Salah satu aspek penting yang perlu diteliti dalam tuturan pertanyaan guru yakni tuturan kearifan pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Hasil penelitian dapat menjadi masukan penting dalam studi wacana kelas dan perbaikan pola-pola interaksi verbal dalam kelas khususnya terkait tuturan kearifan pertanyaan yang penting dikembangkan dalam kelas. Penelitiani ni difokuskan pada (1) bentuk tuturan kearifan pertanyaan guru dalam interaksi pembelajaran di kelas (2) fungsi tuturan kearifan pertanyaan guru dalam interaksi pembelajaran di kelas dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi tuturan kearifan pertanyaan guru dalam interaksi pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang berorientansi pada teori pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah Guru SMK Negeri 4 Surabaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik pengamatan dan yang ditindaklanjuti dengan kegiatan rekam dan catat. Catatan-catatan yang ditulis terutama terkait dengan konteks interaksi kelas antara guru siswa yang berlangsung secara alamiah. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan cara mencatat konteks penggunaan bahasa yang alamiah. Data peneltian berupa unit-unit tuturan dalam interaksi kelas khususnya yang mengandung tuturan kearifan guru. Data diperoleh dengan langkah-langkah (1) melakukan perekaman diserta ipengamatan proses interaksi pembelajaran dan pencatatan konteks tuturan) (2) melakukan transkrip hasil rekaman lisan kedalam bentuk tulis (3) mengidentifikas ituturan kearifan dari hasil transkrips rekaman (4) melakukan segementasi hasil rekaman menjadi unit-unit tuturan kearifan pertanyaan guru dalam interaksi kelas (5) membubuhkan kode-kode data sesuai focus penelitian dan (6) menyiapkan data dalam bentuk korpus yang siap dianalisis sesuai dengan fokus penelitian. Penelitian ini melaporkan tiga simpulan sesuai dengan fokus penelitian. Pertama bentuk tuturan kearifan pertanyaan guru dalam interaksi pembelajaran di kelas disampaikan dengan dua cara yaitu jenis pertanyaan langsung dan tidak langsung. Tuturan pertanyaan langsung digunakan untuk mengekspresikan tindak tutur pertanyaan yang terkait dengan isi pelajaran sedangkan tindak tutur pertanyaan tidak langsung digunakan untuk mengekspresikan aspek-aspek yang terkait dengan upaya guru membangun situasi kelas yang kondusif. Bentuk tuturan kearifan pertanyaan yang digunakan guru dalam interaksi pembelajaran di SMKN 4 Surabaya ditemukan dalam bentuk tindak tutur (1) direktif (2) representatif (3) deklarasi (4) komisif dan (5) ekspresif. Pertanyaan tersebut disampaikan dalam bentuk kalimat lengkap maupun kalimat elips. Pertanyaan yang dituturkan dengan menggunakan kalimat lengkap dapat menghindari kekaburan informasi sedangkan pertanyaan yang menggunakan kalimat elips tidak mengurangi kejelasan informasi akan tetapi dapat digunakan guru untuk mengefektifkan tuturan dengan tidak melanggar maksim kuantitas. Dalam memilih bentuk pertanyaan tersebut guru menggunakan prinsip kerjasama dan juga mempertimbangkan konteks komunikasi interkasi yang sedang berlangsung. Kedua fungsi tuturan kearifan pertanyaan guru dalam interaksi pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi metodik dan fungsi dedaktik. Fungsi metodik terkait dengan upaya guru untuk mengembangkan isi pelajaran. Dalam konteks ini guru menggunakan pertanyaan langsung dan pertanyaan lanjutan yang dikembangkan dari pertanyaan awal untuk membantu siswa mengingat kembali isi pelajaran yang pernah dibahas. Mengandung maksud atau tujuan tertentu secara implisit. Pertanyaan-pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengembangkan penegtahuan dan kemampuan penalaran siswa. Adapun pertanyaant idak langsung dikembangkan untuk hal-hal yang terkait dengan fungsidedaktis yakni membangun karakte rindividu dan kelompok serta mengembangkan kondisi kelas agar lebih kondusif. Tuturan kearifan pertanyaant ersebut disampaikan secara tidak langsung untuk memuji prestasi memuji sikap menyindir sikap yang kurang tepat memerintah untuk bersikap lebih baik memotivasi dan menguji. Ketiga faktor-faktor yang mempengaruhi tuturan kearifan pertanyaan guru adalah religiusitas sosial dan budaya. Pertanyaan yang digunakan guru secara implisit dipengaruhi oleh latar belakang agama dan hal ini didorong oleh amanat Kurikulum 2013 khususnya kompetensi inti pertama yang dimaksudkan untuk menanamkan sikap religius. Adapun faktor sosial dimaksudkan untuk menanamkan sikap jujur gotong royong disiplin dan santun sesuai dengan amanat kompetensi inti kedua Kurikulum 2013 yakni mengembangkan karakter pribadi dan anggota sosial. Adapun faktor budaya mencakup budaya masyarakat (sesuai dengan faktor sosial) dan juga budaya akademik pendidikan yakni pertanyaan sebagai upaya guru untuk mencerdaskan.