Disertasi
Pendayagunaan fitur lingual dalam wacana agraria di media massa / Mujianto
Abstrak
PENDAYAGUNAAN FITUR GRAMATIKA DALAM WACANA AGRARIA DI MEDIA MASSA Mujianto okemujianto gmail.com JurusanTeknikElektro/PoliteknikNegeri Malang Malang Indonesia Pembimbing AnangSantoso Dawud Sunaryo Abstrak Pengemasanberitakeagrariaanolehmedia massadenganmemanfaatkankonstruksi lingualtertentumengakibatkanmasyarakatpengonsumsipercayabahwaagrariadi Indonesia identikdengankonflikagrariaantaramasyarakatdenganpemerintah. Terbangunnyapersepsipembacaterhadapkebenaranisiteksberitaagrariamerupakankewajaran. Hal inidisebabkanteksberitadibangundengansejumlahpirantilinguistik yang di dalamnyaterkandungkepentingantertentupembuatteksberita.Pilihanterhadapbentuklinguistikdalamteksberitamemilikiperspektiftertentu agenda tertentu danideologitertentu.Dengandemikian beritatentangagrariabukanrefleksifakta yang bebasnilai sebuahwacana yang jauhdarirealitassosialdanfaktaempiris yang netral. Yang dikajidalampenelitianiniadalahpendayagunaanfiturgramatika yang mencakup pentransitifan penominalan dan pemasifan sekaligusmengungkap agenda dan ideologi di balikpendayagunaanfiturgramatika. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdenganrancangananalisiswacanakritis (AWK) perspektifFairclough.Berdasarkanperspektif AWK ini analisis data mencakuptigadimensi yaitu (a) deskripsiteks (b) interpretasipraktikkewacanaan dan (c) eksplanasipraktiksosiobudaya. Data penelitianiniberupapendayagunaanfiturgramatikadalamberitaagraria yang dimuatoleh media massaberskalanasionalselamaperiodetahun 2011s.d.m2013. Secaraoperasional data penelitianiniyang berupafiturpentransitifan penominalan danpemasifandiperikan ditafsirkan dandijelaskan sekaligusdiungkap agenda danideologi di balikpenggunaanfitur lingual tersebut. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut. Pendayagunaanfiturdalamdimensigramatikadalamteksberitaagrariameliputifiturpentransitifan penominalan danpemasifan. (a) Fiturpentransitifan yang didayagunakanberpola verba proses material. Polainididayagunakan oleh media massa untuk membangun persepsi kepada pembaca bahwa kebijakan pemerintah Indonesia pada bidang agraria lebih berpihak kepada pemilik modal (kapitalisme). Di sampingitu polapentransitifanini menyiratkan bahwa media massa di Indonesia menggunakan ideologi nasionalismedanantikapitaslismedalam kinerja jurnalistiknya.(b) Fiturpenominalanyang didayagunakan berupa pengubahan verba proses material menjadi nomina. Agenda yang dicapaiadalahmenonjolkanperistiwadanpenyelamatan aktor agar tidak menyudutkan pihak tertentu. Hal ini menyiratkan bahwa media massa Indonesia menggunakan ideologi berhati-hati dan bertanggung jawab dalam kegiatan jurnalistik. (c)Fiturpemasifan yang didayagunakandalamteks berita agraria oleh media massa memilikiduafungsi yang saling melengkapi yaitu untuk menonjolkan korban yang ditempatkan pada posisi partisipan dan untuk menunjukkan secara eksplisit aktor yang ditempatkan pada posisi tujuan atau keterangan. Agenda yang ingin dicapai dengan pola pemasifan ini adalah memperkuat persepsi bahwa konflik agraria selalu melibatkan pemerintah BPN Polisi dan TNI. Signifikansi ideologisnya media massa di Indonesia memiliki empati kepada korban dan masyarakat lemahdankurangsimpatipadapihakkeamanan yang menjadipelindungpengusaha.