UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan hasil belajar kognitif siswa kelas XI MIA SMA Islam Kepanjen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan NHT pada materi sisteam koloid / Kukuh Fantrian Alfarobbi

Alfarobbi, Kukuh Fantrian - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Alfarobbi Kukuh F. 2015. Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI MIA SMA Islam Kepanjen yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS dan NHT pada Materi Sistem Koloid. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Muhammad Suaidy M.Pd. (II) Drs. Muhadi. Kata Kunci Sistem koloid Hasil Belajar Kognitif Two Stay Two Stray (TSTS) Number Head Together (NHT). Sistem koloid merupakan salah satu materi yang berisi konsep sederhana dan erat hubungannya dengan peristiwa fenomena dan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang sering ditemukan dalam pembelajaran kimia khususnya pada materi koloid adalah siswa kurang memahami konsep dasar yang telah dipelajarinya. Model pembelajaran yang tepat untuk membelajarkan materi ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan Number Head Together (NHT) karena model pembelajaran tersebut dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kemampuan mengingat mengolah informasi dan membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together dan perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu dan deskriptif. Sampel penelitian ditentukan melalui saran dari guru kimia SMA Islam Kepanjen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMA Islam Kepanjen tahun ajaran 2014-2015. Instrumen penelitian meliputi instrumen pembelajaran (silabus RPP dan Lembar Kerja Siswa) dan instrumen pengukuran (soal kuis soal tes dan lembar observasi). Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji t pada taraf signifikansi 945 0 05. Hasil belajar kognitif siswa diukur dengan soal tes dan keterlaksanaan pembelajaran diukur dengan lembar observasi. Soal tes berjumlah 25 butir dengan reliabilitas r 0 930. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran kooperatif tipe TSTS pada materi koloid siswa kelas XI MIA SMA Islam Kepanjen secara kuantitatif telah terlaksana dengan kriteria sangat baik dengan rata-rata persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 93 3%. Meskipun begitu terdapat ketidaksesuaian alokasi waktu pada kegiatan diskusi kelompok. Sehingga ada beberapa langkah pembelajaran yang tidak dapat terlaksana dengan baik karena kegiatan diskusi kelompok berlangsung lebih lama dari alokasi waktu yang telah direncanakan. Sedangkan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran TSTS terutama interaksi siswa dalam kelompok dan interaksi siswa antar kelompok dapat berjalan dengan baik. (2) Pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi koloid siswa kelas XI MIA SMA Islam Kepanjen secara kuantitatif telah terlaksana dengan kriteria sangat baik dengan rata-rata persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 94 7%. Alokasi waktu pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan. Meskipun begitu terdapat kekurangan pada aktifitas belajar siswa. Interaksi belajar antar siswa dalam kelompok maupun interaksi belajar siswa dengan kelompok lain masih perlu ditingkatkan. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar kelas XI MIA SMA Islam Kepanjen antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi sistem koloid. Jika dilihat dari rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif TSTS memiliki rata-rata 79 3 dan kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif NHT memiliki rata-rata sebesar 72 8. Sehingga dapat disimpulkan lebih lanjut bahwa hasil belajar kognitif siswa kelas yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif TSTS lebih baik dibandingkan kelas yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif NHT.


Informasi Detail
DDC
Rs 541.345076 ALF p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kimia, 2015.
Deskripsi Fisik
xii, 216 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00871/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. KOLOID (KIMIA) - MODEL PEMBELAJARAN
2. COLLOID CHEMISTRY - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Muhammad Su'aidy; 2. Muhadi
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik