Skripsi
Portraying power and ideology through global coherence, transitivity, and lexical choices in political news in The Jakarta Post / Dedik Yulianto
Abstrak
ABSTRAK Yulianto Dedik. 2015. Portraying Power and Ideology through Global Coherence Transitivity and Lexical Choices in Political News in the Jakarta Post. JurusanBahasadanSastraInggris FakultasSastra UniversitasNegeri Malang. Pembimbing Prof. Drs. BambangYudiCahyono M.Pd. M.A. Ph.D. Dr. YazidBasthomi S.Pd. M.A. Kata kunci Power ideologi global coherence transitivity lexical choices analisis discourse Koran sebagai salahsatu media komunikasimasa memilikiperan yang pentingsebagaisalahsatusumberberitabagimasyarakat. Makadariitu beritamenjadi media yang effektifuntukmembentuksuatuideologikepadapembacaberita. Dalampembentukanideologi penulisberita sebagaiprodusen seringkalimenggunakanpowermelaluipengolahanbahasa. Penelitianinibertujuanuntukmengkajipowerdanideologimelalui global coherence transitivty dan lexical choices. Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifkualitatif. Data penelitiandikumpulkandarienamartikeldalamthe Jakarta Post Online Newspapers yang diterbitkanmulai 28 Januari 2015 sampaidengan 18 Februari 2015. Versi online dipilihkarenakemudahanakses yang dimilikinya. Proses pemilihandarikeenamartikelberfokuspadaperistiwa yang terjadiselama sebelumdansesudahsidangkeputusanterhadapkasus Budi Gunawan. Kemudian data penilitian di identifikasimenjadianalisisstrukturmakrodanmikro. Analisisstrukturmakroakanmembahastentang global coherence sedangkan analisisstrukturmikromembahastentang transitivity dan lexical choices. Dalamanalisis global coherence 36 strategidirancangolehpenulisberita. Terdapatbeberapapeserta yang diekspossebagai topic atautemadalamartikel Jokowisebanyak 22 2% (8 tema) Kapolrisebanyak16 7% (6 tema) Sarpinsebanyak 38 9% (14 tema) dan KPK sebanyak 22 2% (8 tema). Analisis transitivity dilakukandalamdua proses proses material dan proses verbal. Dalam proses material peranpara pesertasebagaiaktordieksposmelaulipembentukan 39 proses material Jokowisebanyak23 1% (9 proses) Budi Gunwansebanyak10 2% (4 proses) Kapolrisebanyak17 9% (7 proses) Sarpinsebanyak12 8% (5 proses) keputusanSarpinsebanyak17 9% (7 proses) dan KPK sebanyak 17 9% (7 proses). Kemudian 8 proses material dirancanguntukmengeksposperan parapesertasebagaitujuan Sarpinsebanyak 50% (4 proses) keputusanSarpinsebanyak 25% (2 proses) dan KPK sebanyak 25% (2 proses). Dalam proses verbal terdapat27 kutipanlangsungdan 31 kutipantidaklangsungyang dirancanguntuksetiappeserta. Para peserta yang mendapatkankutipanlangsungadalahKapolrisebanyak14 8% (4 kutipanlangsung) Sarpinsebanyak3 7% (1 kutipanlangsung) KPK sebanyak22 2% (6 kutipanlangsung) danbeberapatokohberpengaruh lainsebanyak59 6% (16 kutipanlangsung). Selanjutnya untukkutipantidaklangsung Jokowisebanyak3 2% (1 kutipantidaklangsung) Kapolrisebanyak16 1% (5 kutipantidaklangsung) Sarpinsebanyak19 4% (6 kutipantidaklangsung) KPK sebanyak19 4% (6 kutipantidaklangsung) danbeberapatokohberpengaruh lainmendapatkan41 9% (13 kutipantidaklangsung). Disampingitu kutipanlangsungdantidaklangsungdaribeberapatokohberpengaruhjugadirancanguntukmembangunpenggambaranpositifdannegatifdari para peserta. Budi Gunawanmendapatkan 100%(2 penggambaranpositif) Kapolrimendapatkan 33 3%(2 penggambaranpositif)dan 66 7%(4 penggambarannegative) Sarpinmendapatkan 28% (7 penggambaranpositif)dan 72%(18 penggambarannegative) dan yang terakhir KPK mendapatkan 69 2%(9 penggambaranpositif)dan 30 7%(4 penggamabaran negative). Penelitijugamenemukan 15 lexical choices yang dirancanguntukmembentukideologidanmenggunakan power dalamkoran. Merujukpada data temuan beberapastrategidalamperancanganpenggambaranpositifdan negative dibangununtukmembentukideologidan power dalamkoran. Penggambaran-penggambarantersebutdibentukuntukmempengaruhipersepsipembacaterhadap para peserta. Terakhir penelitimenyarankankepadapeneliti-peniliti lain agar melakukanpenilitianpadatentangpower danideologidengansubjekfokus yang berbeda misalnyapenelitiantentangpengaruhkekuatanpolitikdalampembuatanberita dimanamembutuhkanpenelitiandenganmetode yang berbeda. .