Skripsi
Soul Device (cipta karya tari proses pencarian jati diri melalui penggambaran watak manusia berdasarkan sedulur papat limo pancer) / Ika Pratiwi
Abstrak
ABSTRAK Pratiwi Ika. 2015. Soul Device Proses Pencarian Jati Diri melalui Penggambaran Watak Manusia berdasarkan Sedulur Papat Limo Pancer. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Jurusan Seni dan Eksplorasi Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Robby Hidajat M.Sn (II) Tri Wahyuningtyas S.Pd. M.Si Kata Kunci karya tari soul device jatidiri dan sedulur papat limo pancer. Kiblat papat lima pancer sebagai falsafah Jawa merupakan salah satu perwujudan konsep mandala. Pandangan ini disebut juga dunia waktu artinya penggolongan empat dimensi ruang yang berpola empat penjuru mata angin dengan satu pusat. Hal ini berkaitan dengan kesadaran manusia akan hubungan yang tidak terpisahkan antara dirinya dengan alam semesta. Konsep ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia terlahir dengan membawa hawa nafsu yang bersumber dari dirinya sendiri. Proses koreografi terdapat empat tahap yakni eksplorasi eksperimentasi forming composing. Eksplorasi adalah pengamatan dan penyerapan suatu obyek melalui eksplorasi maka akan didapatkan sumber ide yang akan dituangkan kedalam gerak maupun tema didalam koreografinya. Eksperimentasi yaitu tahap mencoba menerapkan merefleksikan menuangkan dan menciptakan hasil eksplorasi ke dalam suatu gerak maupun alur. Forming yaitu tahap mempertimbangkan kebutuhan maupun hal lain dianggap perlu kemudian dibentuk berdasarkan pada pola-pola baik pola lantai level dan lain sebagainya. Composing adalah penggabungkan dari seluruh tahapan koreografi terdahulu dengan tahap peramuan ini maka pada dasarnya proses koreografi adalah proses perancangan (penciptaan desain tari). Pada karya ini bentuk penggarapannya berupa tari kreasi dengan beberapa gerak tradisional dan gerak kontemporer. Karya tari ini memiliki alur cerita sehingga bertipe dramatik. Dengan 5 penari sebagai pertimbangan 2 penari laki-laki dan 3 penari perempuan. Musik yang mengiringi berupa musik kreasi yang berfungsi sebagai ilustrasi untuk memperkuat alur cerita dan memberi suasana kemudian berfungsi sebagai pengiring gerak tari dan berfungsi sebagai penegas gerak. Selain berupa musik kreasi juga terdapat tembangan yang mengiring yaitu jenis tembang-tembang jawa. Karya ini dipagelarkan dan didokumentasi sebagai bahan apresiasi dan pengetahuan tentang proses penjacian jati diri manusia menuju tuhannya. Penyajian karya tari ini merupakan gabungan dari mode penyajian simbolis (non representasional) dan mode penyajian representasional. Pementasan karya tari kelompok ini panggung yang digunakan adalah panggung Prosenium. Kegiatan penelusuran yang dilakukan pencipta dapat diangkat menjadi sebuah karya tari dengan melihat rangkaian kegiatan peralatan dan busananya. Peneliti berharap untuk mahasiswa program studi pendidikan seni tari dan musik dapat mengembangkan tarian soul device menjadi karya seni tari. Sehingga dapat melestarikan budaya bangsa.