Skripsi
Corporate social responsibility dan permasalahannya (studi kasus pada PT X di Jawa Timur) / Alis Maharani
Abstrak
ABSTRAK Maharani Alis. 2016. Corporate Social Responsibility dan Permasalahannya (Studi Kasus pada PT X di Jawa Timur). Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Pujiningsih S.E. M.Si. Ak. (II) Dr. Puji Handayati S.E. M.M. Ak. CA. CMA. Kata Kunci corporate social responsibility legitimasi miss komunikasi perseroan terbatas. Tujuan dari penelitian ini ialah memahami secara rinci mengenai Corporate Social Responsibility dan permasalahannya di PT X. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan data dari hasil wawancara observasi serta studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengujian tahap pengkategorian tahap pentabulasian dan tahap pengombinasian. Hasil penelitian ini terbagi dua yaitu dari sisi internal dan eksternal perusahaan. Dari sisi internal perusahaan dapat disimpulkan bahwa implementasi CSR PT X ditujukan untuk memperoleh citra baik dari masyarakat dan membantu mengurangi permasalahan sosial yang ada di masyarakat salah satunya kemiskinan. Implementasi CSR dilaksanakan secara langsung dengan adopsi strategi implementasi dari kantor pusat dan sharing dengan masyarakat. Pengelolaan dana CSR menjadi otoritas kantor pusat bukan dari PT X karena pengelolaan aset perusahaan menjadi wewenang kantor pusat sehingga implementasi CSR di PT X belum maksimal. Dalam mengimplementasikan CSR-nya PT X bersikap accomodative yakni menerima CSR dan menerima tuntutan masyarakat. Kendala dari implementasi CSR yaitu miss komunikasi dengan masyarakat dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja CSR. Sementara itu dari sisi eksternal perusahaan dapat disimpulkan bahwa miss komunikasi yang dikeluhkan perusahaan diakui oleh masyarakat jika memang ada. Pengajuan proposal ke perusahaan yang terkesan meminta dana cuma-cuma bukan karena masyarakat tidak paham terhadap CSR melainkan masyarakat tidak tahu mengenai spek-spek atau kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Legitimasi masyarakat terhadap perusahaan rendah karena janji-janji palsu PT X dan kinerja CSR yang dinilai belum maksimal. Masyarakat juga mengeluhkan mengenai oknum-oknum dari elite politik yang memanfaatkan dana CSR untuk pencitraan dan berharap PT X tidak turut serta praktik tersebut. Sebab masyarakat memiliki harapan besar terhadap dana CSR untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.