Skripsi
Evaluasi implementasi akkreditasi kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) siswa SMK Negeri se-Kabupaten Probolinggo / Syahrul Ashofa
Abstrak
ABSTRAK Ashofa Syahrul. 2015.Evaluasi Implementasi Akreditasi Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Siswa SMK Negeri Se-Kabupaten Probolinggo. Skripsi Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Syarif Suhartadi M. Pd (II) Drs. Partono M.Pd. Kata kunci Evaluasi implementasi akreditasi Upaya peningkatan mutu pendidikan secara Nasional merupakan salah satu program yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah agar satuan/ program pendidikan selalu berupaya untuk memberikan jaminan mutu layanan kepada pihak-pihak yang berkepentingan atau masyarakat. Agar mutu pendidikan sesuai dengan harapan masyarakat maka perlu ada standar yang dijadikan sebagai acuan setiap sekolah secara bertahap yang dikenal sebagai istilah akreditasi. Akreditasi merupakan salah satu proses penilaian secara komprehensif untuk menempatkan satuan/ program pendidikan/ sekolah pada tingkat kelayakan yang diharapkan. Penelitian ini menekankan pada evaluasi implementasi akreditasi kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan (TKR) siswa SMK Negeri Se-Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan model CIPP (Context Input Process Product). Penelitian ini ingin mengetahui (1) Bagaimanakah SMK Negeri se-Kabupaten Probolinggo menghadapi implementasi akreditasi kompetensi keahlian TKR (2) Implementasi akreditasi kompetensi keahlian TKR di SMK Negeri se-Kabupaten Probolinggo (3) Evaluasi implementasi akreditasi kompetensi keahlian TKR di SMK Negeri se-Kabupaten Probolinggo ditinjau dari aspek CIPP. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan pendekatan metode deskriptif dalam penelitian ini sebagai instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) SMK Negeri se-Kabupaten Probolinggo mempelajari dan mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan implementasi akreditasi kompetensi keahlian TKR (2) Implementasi akreditasi kompetensi keahlian TKR di SMK Negeri se-Kabupaten Probolinggo membawa pengaruh perubahan yang lebih baik pada semua komponen yang ada di satuan/ program pendidikan (3) Evaluasi konteks berada dalam kategori sangat baik meskipun masih terdapat ketidaksesuaian antara fakta di lapangan pada evaluasi input juga berada dalam kategori sangat baik dan terdapat kesesuaian dengan fakta di lapangan. Pada evaluasi proses dan produk berada dalam kategori baik meskipun masih terdapat ketidaksesuaian antara fakta di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bahwa kebijakan akreditasi kompetensi keahlian memang harus dilanjutkan implementasinya. Karena dengan implementasi akreditasi kompetensi keahlian akan menggambarkan kinerja sekolah atau standar kelayakannya sebagai alat pembinaan pengembangan dan menentukan kebijakan sendiri dalam peningkatan mutu pendidikan. Akreditasi dan hasil akreditasi dapat meningkatkan mutu pendidikan utamanya pembenahan di bidang administrasi dan layanan pendidikan serta menambah rasa percaya diri siswa kompetensi keahlian.