UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi struktur keadaan transisi metilasi kuersetin menggunakan metode density functional theory / Yeny Puspita Anggraeny

Anggraeny, Yeny Puspita - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Anggraeny Yeny Puspita. 2016. Studi Struktur Keadaan Transisi Metilasi Kuersetin Menggunakan Metode Density Functional Theory. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Marfu ah M.S. (II) Dr. Yahmin S.Pd. M.Si. Kata kunci kuersetin DFT metilasi struktur keadaan transisi. Kuersetin merupakan salah satu senyawa golongan flavonoid yang bersifat antioksidan. Dari senyawa kuersetin dapat dihasilkan senyawa lain yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar yaitu dengan memetilasi gugus hidroksil. Reaksi metilasi kuersetin telah dilakukan secara eksperimen dan sudah diketahui produk akhir yang dihasilkan tetapi energi aktivasinya belum diketahui. Oleh karena itu dilakukan penelitian secara teoritis untuk mengetahui (1) energi aktivasi metilasi kuersetin dan (2) reaktivitas gugus 3 -OH 4 -OH dan 5 -OH pada reaksi metilasi kuersetin. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu (1) optimasi geometri dan perhitungan energy reaktan dan produk (2) optimasi geometri keadaan transisi (3) perhitungan energi keadaan transisi dan (4) perhitungan Intrinsic Reaction Coordinate (IRC) struktur keadaan transisi. Metode yang digunakan adalah DFT dengan fungsi hybrid B3LYP dan himpunan basis 6-311G . Penelitian mengenai metilasi kuersetin menghasilkan tiga struktur keadaan transisi yaitu keadaan transisi metilasi 3 -OH metilasi 4 -OH dan metilasi 5-OH. Energi aktivasi (Ea) metilasi 3 -OH adalah sebesar 117 778 kkal/mol energi aktivasi 4 -OH 31 091 kkal/mol dan energi aktivasi metilasi 5-OH adalah sebesar 93 308 kkal/mol. Energi aktivasi metilasi 4 -OH mempunyai nilai yang lebih rendah daripada metilasi 3 -OH dan metilasi 5-OH sehingga laju reaksi metilasi 4 -OH lebih cepat daripada 3 -OH dan 5-OH. Hal ini berarti 4 -OH memiliki kereaktifan yang lebih besar daripada 3 -OH dan 5-OH pada reaksi metilasi.


Informasi Detail
DDC
Rs 547.27 ANG s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi kimia, 2016.
Deskripsi Fisik
ix, 40 lembar : il. , tab. 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01084/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2016
Subjek
1. KUERSETIN ASETAT - METILASI
Pembimbing
1. Siti Marfu'ah ; 2. Yahmin
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik