Skripsi
Implementasi penilaian autentik dalam pelaksanaan pembelajaran tematik kelas IV kurikulum 2013 di SDN Tumpang 1 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang / Dian Pratiwi
Abstrak
ABSTRAK Pratiwi Dian.2016.Implementasi Penilaian Autentik Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Kelas IV Kurikulum 2013 Di SDN Tumpang 1 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar Dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Sugiharti M.Pd (II) Drs. Toha Mashudi S.Pd. M.Pd. Kata kunci penilaian autentik pembelajaran tematik kurikulum 2013 Berdasarkan wawancara dengan guru kelas IV SDN Tumpang 1 terdapat permasalahan dalam mengimplementasikan penilaian autentik yaitu beragamnya penilaian membuat guru kesulitan untuk menerapkan penilaian autentik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan pelaksanaan penilaian autentik di SDN Tumpang 1 mendiskripsikan sejauh mana guru memahami dan mengimplementasikan penilaian autentik. penilaian autetik adalah proses pengumpulan informasi belajar meliputi tiga aspek yaitu aspek pengetahuan aspek keterampilan dan aspek sikap. Metode peelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatifyaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami peneliti datanya berupa kata-kata. Jenis yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Penelitian deskripsi kualitatif dimaksudkan untuk mendskripsikan keadaan sebenarnya tentang penilaian autentik dalam pembelajaran tematik kelas IV menggunakan kurikulum 2013. Subjek penelitian adalah guru kelas IV. Pengumpulan datamelalui observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru belum sepenuhnya menggunakan penilaian autentik. hal tersebut dapat dilihat dari hasil observasi wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti. Pada penilaian pengetahuan guru paling sering menggunakan penugasan penilaian keterampilan jarang dilakukan dan penilaian sikap menggunakan teknik observasi. Tidak semua teknik-teknik penilaian autentik dilaksanakan oleh guru. Guru telah memahami tentang penilaian autentik namun dalam penerapannya masih kurang. Saran yang dapat diberikan peneliti bagi guru dan peneliti lain yaitu menerapkan penilaian autentik. Rubrik penilaian sebaiknya dibuat sendiri. Metode yang digunakan guru sebaikya bervariasi agar siswa tidak bosan sehingga guru dapat melakukan penilaian autentik dengan maksimal.