Skripsi
Keefektifan teknik miracle question dan model ABC Tschudi dalam peningkatan resiliensi siswa di SMAN 9 Malang / Gevi Okta Fatma Wardani
Abstrak
ABSTRAK Wardani Gevi Okta Fatma. 2016. Keefektifan Teknik Miracle Question dan Model ABC Tschudi dalam Peningkatan Resiliensi Siswa di SMAN 9 Malang. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare AT M.Pd. (II) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd. Kata Kunci resiliensi teknik miracle question model ABC Tschudi Resiliensi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam diri siswa. Siswa yang sukses dalam menghadapi dan mengatasi berbagai kendala di hidupnya yaitu mereka yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta strategi-strategi mengatasi persoalan yang lebih baik. Namun tidak semua remaja memiliki kemampuan yang sama dalam mengatasi kesulitannya. Beberapa remaja menyikapi kesulitan hidupnya dengan memilih jalan yang negatif seperti menjadi pesimis putus asa frustrasi depresi stres bahkan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dalam hal ini konseling bisa sangat berguna untuk membantu remaja mengatasi permasalahan hidupnya. Adapun konseling yang dapat membantu remaja dalam beradaptasi terhadap masalah tersulit di hidupnya yaitu dengan konseling singkat berfokus solusi khususnya teknik miracle question. Selain teknik miracle question terdapat pula model ABC Tschudi yang dapat digunakan untuk membantu siswa bangkit dari keterpurukannya. Penelitian menggunakan teknik miracle question ini menguji peningkatan resiliensi siswa dan membandingkannya dengan model ABC Tschudi. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Apakah ada perbedaan tingkat resiliensi siswa dalam penerapan teknik miracle question dan model ABC Tschudi dan 2) Manakah yang lebih tinggi dalam peningkatan resiliensi siswa antara teknik miracle question dan model ABC Tschudi . Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dua kelompok menggunakan Quasi Eksperimental Posttest Only Design. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas X SMAN 9 Malang yang memiliki resiliensi rendah dan sedang berdasarkan skala resiliensi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan anakova atau analisis kovarian. Analisis ini menekankan pada uji komparasi yang digunakan untuk mengetahui atau menguji perbedaan dua kelompok. Selain itu menekankan uji prediksi yang digunakan untuk menguji keefektifan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat resiliensi siswa dalam penerapan teknik miracle question dan model ABC Tschudi. Teknik miracle question memiliki peningkatan yang lebih tinggi dalam meningkatkan resiliensi siswa dibandingkan dengan model ABC Tschudi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor SMAN 9 Malang dan peneliti selanjutnya. Saran untuk konselor SMAN 9 Malang adalah dapat menerapkan teknik miracle question yang telah terbukti lebih efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa di sekolah. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu dapat melakukan penelitian dengan waktu yang tepat dan dapat menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa kelas X SMA.