Skripsi
Penerapan model SAVI untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV di SDN Wates 6 Mojokerto / Dewi Oktaviana
Abstrak
ABSTRAK Oktaviana Dewi. 2016. Penerapan Model SAVI untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Kelas IV di SDN Wates 6 Mojokerto. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Estu Winahyu M.Pd. (II) Dra. Sukamti M.Pd. Kata Kunci Model SAVI Pembelajaran IPA SD Pembelajaran yang kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung mengakibatkan aktivitas belajar rendah sehingga berdampak pada hasil belajar yang belum mencapai KKM yaitu 80. Oleh karena itu diperlukan tindakan untuk mengatasinya dengan model SAVI. Model ini digunakan peneliti karena memberikan kesempatan pada siswa terlibat langsung dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model SAVI aktivitas dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kurt Lewin. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Wates 6 Mojokerto yang berjumlah 40 siswa. Model pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data mereduksi data menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu Model SAVI di kelas IV SDN Wates 6 Mojokerto sudah diterapkan secara utuh dan sistematis dan sesuai dengan unsur SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectual). Penerapan model SAVI dapat meningkatkan aktivitas siswa. Pada aktivitas aktivitas motorik (somatic) siswa dapat menemukan konsep sendiri melalui percobaan tentang materi energi panas dan energi bunyi serta terampil dalam pemanfaatan media. Pada aktivitas tanya jawab (auditory) siswa berani menjawab pertanyaan tanpa ditunjuk dan aktif dalam diskusi kelompok. Pada aktivitas mengamati (visualization) siswa mengamati dengan tertib tanpa gaduh selama pembelajaran. Ketiga aktivitas tersebut berdampak pada aktivitas berpikir (intellectual) siswa mulai berani membuat kesimpulan materi dan mengeluarkan pendapat saat kelompok lain presentasi. Peningkatan hasil belajar terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 80 36 pada siklus I meningkat sebanyak 10 6 menjadi 90 36 pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan diterapkannya model SAVI pembelajaran menjadi menyenangkan semua indera baik fisik maupun intelektual ikut terlibat dalam setiap pembelajaran seperti dalam percobaan maupun pemanfaatan media. Saran yang diberikan yaitu Sebelum melaksanakan model SAVI perlu adanya pengorganisasian waktu dan kelas dengan baik agar pembelajaran lebih efektif dan efisien.