Tesis
Analisis kesilapan penggunaaan struktur dasar kalimat bahasa jerman mahasiswa strata satu fakultas keguruan dan ilimu pendidikan Universitas Pattimura Ambon / oleh Johan F. Sahetapy
Abstrak
ABSTRAK Sahetapy Johan F. Analisis Kesilapan Penggunaan Struktur Dasar Kalimat Bahasa Jerman Mahasiswa Strata Satu pada FKIP Universitas Pattimura Ambon. Tesis. Program Pascasarjana IKIP MALANG. Pembimbing (1) Dr. H. Imam Syafi ie (2) Prof. Dr. H. Soeseno Kartomihardj o. Kata Kunci analisis kesilapan penggunaan struktur dasar kalimat bahasa Jerman mahasiswa strata satu. Kesilapan berbahasa merupakan fenomena yang pasti terjadi dalam mempelajari bahasa baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Kesilapan serupa diduga terjadi juga pada mahasiswa yang mempelajari bahasa Jerman sebagai B2. Penelitian ini difokuskan pada bentuk-bentuk kesilapan bahasa tulis mahasiswa strata satu FKIP Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab tiga masalah dan tujuan berikut (1) bentuk-bentuk kesilapan apa saja yang muncul dalam penggunaan struktur kalimat bahasa Jerman oleh mahasiswa strata satu FKIP Unpatti Ambon (2) adakah interferensi kaidah-kaidah bahasa Indonesia ke dalam penyusunan struktur dasar kalimat bahasa Jerman oleh mahasiswa FKIP Unpatti Ambon Dan (3) bagaimanakah kemampuan mahasiswa FKIP Unpatti Ambon dalam menggunakan struktur dasar kalimat bahasa Jerman Sesuai dengan karakteristik obyek masalah dan tujuan yang hendak dicapai penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subyek penelitian selaku responden yang diteliti dan memberikan kontribusi data adalah 20 mahasiswa FKIP Unpatti Ambon yang duduk pada semester IV. Data penelitian ini berujud data verbal yakni berupa kalimat-kalimat yang diproduksi oleh responden baik melalui wawancara maupun melalui studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan teori The Syntax Acquisition Index (SAI) yang dikemukakan oleh Burt Dulay dan Kiparsky (1975) dan model interaktif-dialektis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992). Langkah-langkah umum dalam analisis data adalah (1) pengumpulan data kesilapan (2) idenfifikasi data kesilapan (3) pengelompokan jenis kesilapan (4) kuantifikasi (memperingkat) kesilapan. Tahap analisis seperti itu sejalan dengan pengumpulan data reduksi data sajian data kesimpulan hasil analisis dan hasil akhir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) ditinjau dari efek komunikasi subyek penelitian melakukan bentuk-bentuk kesilapan lokal dan global. Kesilapan lokal meliputi kesilapan subkategori leksikon sebesar 35 52% kesilapan subkategori morfosintaksis sebesar 46 4% Kesilapan global subkategori leksikon sebesar 4% dan subkategori morfosintaksis sebesar 9 6% (2) ditinjau dari segi kesilapan akibat interferensi menunjukkan bahwa terjadi kesilapan kategori interlingual sebesar 6 72% kesilapan subkategori intralingual sebesar 88 6% kesilapan subkategori lain-lain sebesar 4 5% dan (3) penguasaan subyek penelitian terhadap struktur dasar kalimat bahasa Jerman untuk pola 1 baik (100%) pola 2 baik (80%) pola 3 cukup baik (60%) pola 4 cukup baik (45%) pola 5 kurang baik (45%) pola 6 kurang baik (40%) pola 7 cukup baik (67%) pola 8 kurang baik (40%) pola 9 kurang baik (26%) pola 10 kurang baik (30%) pola 11 tidak baik (25%) pola 12 kurang baik (30%) pola 13 tidak baik (25%) pola 14 tidak baik (25%) pola 15 tidak baik (25%) dan pola 16 tidak baik (0%). Sejalan dengan temuan dan hasil penelitian disarankan hal-hal sebagai berikut. Pengajar bahasa Jerman hendaknya mempersiapkan rancangan pengajaran dengan menitikberatkan sumber-sumber kesilapan yang ditemukan dalam penelitian ini. Selain itu pengajar hendaknya mencari upaya mengurangi terjadinya kesilapan berbahasa dengan cara menemukan metode pengajaran evaluasi dan materi pengajaran yang efektif dan efisien. Khusus dalam bidang penelitian serupa hendaknya aspek-aspek yang tidak dijadikan fokus penelitian ini dapat disikapi dan ditindaklanj uti.