Skripsi
Pengaruh temperatur tempering terhadap kekerasan pada hasil pendinginan baja S45C / Taufik Prasetyo Hidayat
Abstrak
ABSTRAK Hidayat Taufik Prasetyo. 2015. Pengaruh Temperatur Tempering Terhadap Kekerasan Pada Hasil Pendinginan Baja S45C. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prihanto Tri Hutomo S.T. M.T. (II) Drs. Yuni Sunarto M.Pd. Kata Kunci Tempering Kekerasan Hasil Pendinginan Baja S45C Baja S45C adalah baja karbon sedang dengan kandungan kadar karbon 0 25-0 55% C yang mempunyai kekuatan tarik 58 kg/mm2. Baja S45C masih banyak digunakan dan hampir keseluruhan pabrik gula ex peninggalan Hindia-Belanda masih menggunakan baja tersebut untuk komponen-komponen mesin produksi. Tempering dilakukan untuk meningkatkan keuletan dan mengurangi kerapuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan baja S45C setelah mendapat perlakuan hardening quenching dilajutkan tempering dengan menggunakan variasi temperatur temper. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksprimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode inferensial komparatif karena penelitian membandingkan perbedaan tingkat kekerasan akibat variasi temperatur tempering. Hasil penelitian spesimen tanpa perlakuan menunjukkan tingkat kekerasan 262.17 HV spesimen dengan perlakuan hardening quenching pada temperatur 850 C menggunakan media pendingin Oli Mesran SAE40 mengalami kenaikan nilai kekerasan rata-rata yaitu 645.0 HV. Pada proses tempering menggunakan temperatur 350 C menunjukkan nilai tingkat kekerasan rata-rata 550.19 HV pada proses tempering menggunakan temperatur 450 C menunjukkan nilai tingkat kekerasan rata-rata 432.59 HV dan pada proses tempering menggunakan temperatur 550 C menunjukkan nilai tingkat kekerasan rata-rata 372.27 HV. Hal tersebut menyatakan bahwa proses tempering dengan variasi temperatur temper berpengaruh terhadap nilai tingkat kekerasan baja S45C sedangkan perlakuan tempering menggunakan temperatur 450 C memberikan nilai kekerasan yang tidak terlalu rendah tetapi memiliki keuletan yang cukup baik. .