Skripsi
Proses berpikir siswa dalam pemecahan masalah geometri ruang kelas X SMA Negeri 1 Talun / Reny Eka Nur Afrianti
Abstrak
ABSTRAK Afrianti RenyEkaNur. 2016. Proses BerpikirSiswadalamPemecahanMasalahGeometriRuangKelas X SMA Negeri 1 Talun. Skripsi Jurusan Matematika Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. ErryHidayanto M.Si (II) AningWidaYanti S.Si M.Pd. Kata Kunci Proses Berpikir PemecahanMasalah. Kemampuanpemecahanmasalahmerupakansalahsatutujuandaridiberikannyapembelajaranmatematikasekolah.Disampingitu geometriruangmerupakansalahsatubahasandalamsekolahmenengah.Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkualitatifyang bertujuanuntukmendeskripsikan proses berpikirsiswadalampemecahanmasalahgeometriruang. Materipokok yang dipilihadalahjarakantartitik garis danbidangpadakelas X SMA. Selanjutnyauntukmempermudahmendeskripsikan proses berpikirdalampemecahanmasalah makadigunakanteorisebagailandasanyaitu proses berpikirasimilasidanakomodasi PiagetdantahapanpemecahanmasalahPolyayang meliputi(1) memahamimasalah (2) menyusunrencanapenyelesaian (3)melaksanakanrencanapenyelesaian (4) memeriksakembalipenyelesaian. Penelitianinidimulaidenganmemberikanteskepadasiswakelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Talun.Berdasarkanhasiltes siswadibagimenjadi 3 kelompok.Selanjutnyadiambil 1 subjekpenelitiandarikelompoktinggi 2 subjekpenelitiandarikelompoksedang dan 1 subjekpenelitiandarikelompokrendahdenganmempertimbangkankemampuankomunikasisiswa.Keempatsubjekpenelitiandiwawancaraiolehpenulis. Hasilpenelitianinidiperoleh proses berpikirsiswakelompoktinggiadalah (1) siswadapatmemahamimasalahmelaluiasimilasi (2) siswadapatmenyusunrencanapenyelesaianmelaluiasimilasiatauakomodasi (3) siswadapatmelaksanakanrencanapenyelesaianmelaluiasimilasiatauakomodasi (4) siswadapatmemeriksakembalipenyelesaianmelaluiasimilasiatauakomodasi. Proses berpikirsiswakelompoksedangadalah (1) siswadapatmemahamimasalahmelaluiasimilasi (2) siswabelumdapatmenyusunrencanapenyelesaianuntukmasalah yang dianggapsulit tetapisiswadapatmenyusunrencanapenyelesaianuntukmasalah yang dianggapmudahmelaluiasimilasi (3) siswabelumdapatmelaksanakanrencanapenyelesaianuntukmasalah yang dianggapsulit tetapisiswadapatmelaksanakanrencanapenyelesaianuntukmasalah yang dianggapmudahmelaluiasimilasi (4) siswabelumdapatmemeriksakembalipenyelesaianuntukmasalah yang dianggapsulit tetapisiswadapatmemeriksakembalipenyelesaianuntukmasalah yang dianggapmudahmelaluiasimilasi. Proses berpikirsiswakelompokrendahadalah (1) siswabelumdapatmemahamimasalahmelaluiasimilasi (2) siswabelumdapatmenyusunrencanapenyelesaianmasalahmelaluiakomodasi (3) siswabelumdapatmelaksanakanrencanapenyelesaianmasalahmelaluiakomodasi (4) siswabelumdapatmemeriksakembalipenyelesianmasalahmelaluiakomodasi.