Skripsi
Kesatria hanoman dalam ekspresi keramik seni / Muhammad \'Afaf Hasyimy
Abstrak
ABSTRAK Afaf Hasyimy Muhammad. 2016. Kesatria Hanoman dalam Ekspresi Keramik Seni. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Ponimin M.Hum. Kata Kunci kesatria Hanoman penciptaan seni keramik Kesenian tradisional wayang perlahan mulai tergantikan oleh budaya modern seperti film televisi media online jejaring sosial dan lain sebagainya bahwa kemajuan teknologi menggeser kesenian tradisional dan berdampak pada perkembangan pola pikir generasi penerus. Hal tersebut membuat pencipta merasakan gelisah. Selanjutnya diolah menjadi sebuah ide penciptaan karya seni. Pada penciptaan ini penulis terinspirasi ceritakesatria Hanoman yang terkandungtentang ajaran moral dan rasa nasionalisme budaya dalam karya seni keramik. Seni keramik dipilih oleh pencipta yang diungkapkan sebagai media komunikasi visual selanjutnya untuk dipresentasikan ke dalam sebuah pameran. Penciptaan karyaseni keramik bermula dari eksplorasi atau menemukan suatu konsep penciptaan yang didalamnya terdapat suatu ide/gagasan tema objek penciptaan karya seni dan kajian karya terdahulu. Hal tersebut sebagai acuan dalam penciptaan seni keramik ini. Selanjutnya dilakukan penyusunan sebuah konsep bentuk berupa figuratif deformatif dan figuratif dekoratif. Setelah proses tersebut dilanjutkan pada tahap proses visualisasi awal yakni meliputi pembuatan gambar sketsa alternatif setelah itu menentukan gambar sketsa terpilih.Proses selanjutnya yakni pengolahan bahan meliputi proses percampuran tanah liat dan perbandingan bahan berupa ball clay 50% stoneware 20% dan pasir samot 30%. Tahap selanjutnya adalah pembentukan wujud dan proses pembentukan karyatersebut dilakukan dengan teknik pinching dan teknik pilinan.Tahap berikutnya yakni tahap pembakaran karya menggunakan tungku bak terbuka. Selanjutnya proses finishing karya dengan menggunakan polish wax floor polishuntuk memberikan kesan antik. Setelah semua karya sudah jadi tahap selanjutnya adalah memberikan deskripsi pada setiap karya yang meliputi penjelasan bentuk dan makna yang terkandung di dalam setiap karya. Tahap berikutnya adalah presentasi karya berupa dipamerkannya seluruh karya yang sudah diciptakan untuk diapresiasi oleh para apresiator. Hasil proses kreatif berupadelapan karya seni keramik dengan media fisik tanah liat dan media estetik berupa bentuk dan ruang serta tekstur. Bentuk karya ini secara visual memiliki karakter deformatif dekoratif.Dengan mengangkat temaKesatria Hanoman diharapkan melalu karya ini dapat menyampaikan pesan moral yang terkandung. Sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebagai motivasi dalam membentuk karakter diri dan pembelajaran setiap masyarakat. Dalam penciptaan karya seni keramik ini diharapkan dapat memberikan nilai-nilai edukatif kepada generasi sekakarang agar lebih menghargai dan mengenal budaya. Selain itu melalui penciptaan karya seni keramik ini diharapkan menjadi salah satu pengembangan budaya wayang dan pesan moral yang diangkat dari ketokohan kesatria Hanoman.