Skripsi
Peningkatan kemampuan meringkas teks tulis melalui model pembelajaran CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition) pada kelas V tema 8 SDN Bunulrejo 1 Kota Malang / Yohana Krisna Ariesta Sudarmadi
Abstrak
ABSTRAK Sudarmadi Yohana Krisna Ariesta. 2016. Peningkatan Kemampuan Meringkas Teks Tulis Melalui Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) pada Kelas V Tema 8 SDN Bunulrejo 1 Kota Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Muhana Gipayana M.Pd Pembimbing (II) Dra. Sri Estu Winahyu M.Pd Kata kunci Kemampuan Siswa Meringkas Teks Tulis Model Pembelajaran CIRC. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa siswa kelas V SDN Bunulrejo 1 mengalami kesulitan dalam meringkas teks tulis yang disebabkan karena kurangnya bimbingan dalam menulis pembelajaran kurang bervariasi dan siswa kurang diberikan ruang diskusi bersama teman. Sehingga diperlukan model pembelajaran yang menekankan pada bimbingan dan bantuan kepada siswa melalui membaca dan menulis terintegrasi dalam kelompok-kelompok dalam meringkas teks tulis. Model pembelajaran yang diyakini dapat memenuhi tuntutan tersebut adalah model pembelajaran CIRC. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) penerapan model pembelajaran CIRC 2) kemampuan siswa kelas V dalam meringkas teks tulis sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran CIRC. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara bersiklus dalam setiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dokumentasi dan tes. Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi penerapan model pembelajaran CIRC aktivitas siswa dan hasil kinerja siswa. Analisis data yang dilakukan meliputi 3 tahap yaitu reduksi data mendeskripsikan data dan pembuatan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pratindakan hasil meringkas belum mencapai standar ketuntasan minimum yaitu 70. Penerapan model pembelajaran CIRC pada siklus I dan II yang diawali dengan tahap prabaca yaitu kegiatan pembentukan kelompok belajar guru memberikan pengetahuan umum tentang manfaat ringkasan dan cara meringkas siswa menerima teks bacaan yang akan diringkas. Dilanjutkan tahap membaca yaitu siswa membaca secara bergiliran dalam satu kelompok. Selanjutnya pada tahap pasca baca siswa mulai menuliskan ide-ide yang ada dalam teks kemudian menuliskannya dalam bentuk ringkasan. Siswa juga mempresentasikan hasil ringkasannya untuk kemudian diberi apresiasi dari kelompok lain. Hasil ringkasan siswa pada siklus I ada 11 siswa dari 29 siswa yang memenuhi ketuntasan minimal dan 18 siswa yang belum mencapai ketuntasan dengan ketuntasan klasikal yang diperoleh hanya 38% dari 70%. Kemudian pada siklus II 23 siswa dari 29 siswa mencapai ketuntasan minimal dengan persentase 79% dari minimum 70% yang diharapkan dengan rata-rata kelas dari 68.32 meningkat menjadi 80.91. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan kemampuan meringkas teks tulis siswa kelas V SDN Bunulrejo 1. Untuk itu disarankan agar guru dan kepala sekolah dapat menjadikan model CIRC sebagai alternatif model pembelajaran khususnya dalam meringkas. Teman sejawat maupun peneliti selanjutnya agar mempertimbangkan melanjutkan penelitian penerapan model pembelajaran CIRC secara lebih mendalam.