Skripsi
Analisis tanda makna dari pesan moral dalam film Taare Zameen Par / Arinta Umi Khomariatin
Abstrak
ABSTRAK Khomariatin Arinta Umi. 2016. Analisis Tanda dan Makna Dari Pesan Moral dalam Film Taare Zameen Par. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Sugiyono Ardjaka M.Sc. Ph.D. Kata Kunci Tanda dan makna pesan moral Taare Zameen Par Taare Zameen Par masuk dalam kategori film panjang dengan durasi lebih dari dua jam. Film ini menceritakan seorang anak yang menderita gangguan belajar yang biasa disebut dyslexia. Dyslexia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menunjukan pesan moral yang terkandung di dalam Film Taare Zameen Par. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa data visual yang mengandung unsur pesan moral dalam Film Taare Zameen Par. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel pengumpulan data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi dan klasifikasi data interpretasi data tahap pemaknaan dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama masalah peranan orang tua dalam masa tumbuh kembang anak. Peranan orang tua dalam masa tumbuh kembang anak menduduki jabatan yang sangat penting. Kedua masalah guru sebagai orang tua kedua. Pada simpulan kedua ini dijabarkan tugas-tugas utama guru sebagai pengganti orang tua di sekolah. Guru juga menduduki peran penting dalam fase tumbuh kembang anak terutama ketika anak berada dalam lingkup sekolah. Ketiga masalah mengistimewakan setiap anak. Setiap anak berbeda antara satu dan yang lain. Mereka memiliki kemampuan bakat dan impian yang berbeda-beda pula. Tugas orang tua adalah mendukung agar anak dapat berkembang menurut bakat alami yang ada pada diri mereka tanpa adanya paksaan ambisi dari orang tua.