Skripsi
Pengaruh cash ratio, dan debt equity ratio terhadap harga saham (studi kasus pada perusahaan farmasi yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013 / Yoga Aditya Pratama
Abstrak
ABSTRAK Pratama Yoga A. 2015. Pengaruh cash ratio dan debt equity ratio terhadaphargasaham(studikasuspadaperusahaanfarmasi yang listing Di bursa efekindonesiaperiode 2009 2013). Skripsi JurusanManajemen FakultasEkonomi UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Yuli Soesetio S.E. M.M(II) Lulu NurulIstanti S.E .M.M Ak Kata Kunci Debt to Equity Ratio Cash Ratio Harga Saham Harga saham mencerminkan kondisi perusahaan dalam kondisi baik dan kurang baik. Semakin tinggi harga saham perusahaan meandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki prestasi yang baik dalam memberikan laba pada investor. Harga saham terbentuk dari permintaan dan penawarn yang dilakukan para pelaku pasar modaldengan didasari ekspektasi dari kondisi perusahaan. Untuk mengetahui dasar terbentuknya harga saham yaitu dengan menggunakan analisis fundamental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial cash ratio dan debt to equity ratio terhadap harga saham perusahaan. Data yang digunakandalampenelitianiniadalah data sekunder yang berasaldarilaporankeuangan. Populasipenelitianiniadalahperusahaansub sektorfarmasi yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009 2013 sebanyak10perusahaan. Pengambilansampeldilakukandenganpurposive sampling sehinggadihasilkan 7perusahaan. Analisis data yang digunakanadalahanalisis regresi berganda. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaharga saham mengalami kenaikan pada tahun penelitian kondisicash ratio fluktuatif namun cenderung menurun dan kondisidebt to equity ratio fluktuatif namun cenderung stabil. Hasil analisis regresi bergandamenunjukkan bahwa cash ratio berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham sedangkan debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk manajemen perusahaan mempertimbangkan faktor kas dan setara kas perusahaan yang tersedia untuk menarik para investor dan melakukan kebijakan agar terhindar dari idel cash sehingga dapat digunakan untuk investasi. Untuk kreditur harus lebih memperhatikan variabel likuiditas sebelum melakukan investasi. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengambil variabel lain untuk mencapai hasil yang lebih baik serta mengambil populasi dan sampel dari sektor lainnya.