Skripsi
Peningkatan pemahaman geometri materi segiempat dan segitiga melalu pembelajaran berdasarkan teori Van Hiele berseting kooperatif STAD / Pratita Nindya Dyana
Abstrak
ABSTRAK Dyana Pratita Nindya. 2016. Peningkatan Pemahaman Geometri Materi Segi Empat dan Segitiga Melalui Pembelajaran Berdasarkan Teori Van Hiele Berseting Kooperatif STAD. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Rustanto Rahardi M.Si Kata Kunci level pemahaman siswa teori van Hiele STAD Geometri merupakan salah satu materi dengan tingkat kesulitan tinggi karena lebih memerlukan penalaran daripada hafalan. Berdasarkan hasil observasi awal diperoleh bahwa sebagian besar siswa kesulitan menentukan hubungan sudut-sudut. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami sifat-sifat objek geometri masih rendah. Hal tersebut terjadi karena pembelajaran belum sesuai dengan level pemahaman geometri siswa. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang sesuai dengan level pemahaman geometri siswa yaitu berdasarkan teori van Hiele. Level pemahaman geometri berdasarkan teori van Hiele yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 yaitu level 0 (visualisasi) level 1 (analisis) dan level 2 (deduksi informal). Pembelajaran di setiap level menggunakan 5 fase. Pembelajaran berdasarkan teori van Hiele dipadukan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk mendorong siswa menemukan konsep secara mandiri. Langkah-langkah pembelajaran tersebut yaitu 1) fase informasi ketika presentasi kelas 2) fase orientasi terbimbing eksplisitasi dan orientasi langsung saat diskusi kelompok 3) fase integrasi saat refleksi atau kuis dan 4) penghargaan kelompok. Penelitian ini menggunakan 3 sampel yaitu siswa berkemampuan rendah sedang dan tinggi. Peningkatan pemahaman dilihat dari terpenuhinya indikator level di atasnya dan meningkatnya ketuntasan klasikal.Hasil tes awal dari ketiga siswa tersebut adalah siswa berkemampuan rendah dan sedang belum mencapi pemahaman pada level 0 sedangkan siswa berkemampuan tinggi sudah berada pada level 2. Oleh karena itu pembelajaran berdasarkan teori van Hiele dikombinasikan dengan model pembelajaran tipe STAD diharapkan dapat membawa ketiga sampel pada level 2. Persentase ketuntasan klasikal pada tes awal adalah 38% diharapkan dapat mencapai 80% pada akhir siklus.